Home / Daerah / Nasional / Regional

Selasa, 29 Oktober 2024 - 20:54 WIB

Terendus Aroma Korupsi Ditubuh Proyek Jalan Tani Woyo Mnyasang

HAL-TENG PERS TIPIKOR.ID.
Proyek jalan produksi Woyo Mnyasang, Desa Pantura Jaya, Kecamatan Patani Utara milik Herman Mancinam dari Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Tengah sampai dengan saat ini belum ada progres pekerjaan dilakukan.

Proyek pembangunan jalan produksi Woyo Mnyasang oleh CV. Assyifa Berahi, dengan volume 990 meter dari nilai kontrak Rp.471.500.000 (DAU) tidak nampak, bahkan tak ada aktifitas sedikitpun yang dilakukan pihak kontraktor.

Meskipun sudah ada pencairan dana sebesar 30 persen dari beberapa bulan kemarin, ini menunjukkan adanya masalah dalam pelaksanaan proyek, kami menduga adanya aroma korupsi, tulis salah satu masyarakat desa Pantura Jaya yang enggan disebutkan namanya merasa aneh dengan tingkah Herman. (29/10).

“Keterlambatan Pembangunan jalan tani ini membuat kami merasa frustrasi, karena proyek yang diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan ekonomi Desa tidak berjalan sesuai rencana,” ungkap warga Pantura Jaya lewat pesan WhatsApp kepada Pers Tipikor id, Selasa (29/10/24).

Disoal transparansi anggaran, masyarakat Patani Utara mempertanyakan kemana dana yang sudah dicairkan, dan apa yang digunakan oleh Herman Mancinam, terutama jika tidak ada perkembangan yang terlihat.

“Kurangnya informasi mengenai status proyek bisa menyebabkan ketidakpuasan. Kami ingin mendapatkan penjelasan dari pihak berwenang. Proyek jalan tani umumnya diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian dan mempermuda distribusi produk pertanian. Ketidakjelasan mengenai proyek ini bisa berdampak negatif terhadap pendapatan kami sebagai petani, sementara akses jalan sebelumnya ini sudah lama dari masa Elang-Rahim, jelas masyarakat Patani Utara.

Dari keluhan itu, masyarakat meminta pertanggungjawaban dari pihak yang terkait dalam proyek ini, baik dari dinas terkait maupun kontraktor yang ditunjuk.

“Sangat penting untuk melakukan dialog antara masyarakat dan pemerintah untuk mencari solusi dan memastikan proyek ini dapat dilanjutkan demi kepentingan bersama” harap masyarakat Pantura.

READ  Bukti, Kecintaan Warga Kota Weda Masih Menginginkan Elang-Eahim Pimpin Halteng.

Kepala Dinas Pertanian Halmahera Tengah Yusmar Ohorella, S.PI., M.I.L. dikonfirmasi mengatakan, untuk proyek pembangunan jalan tani yang ada memang sudah ada pencairan 30%, dan apabila pihak kontraktor mau melakukan pencairan 60% kami tidak akan layani, tegasnya.

Lanjut Yusmar, minggu depan kami akan turun lapangan melakukan kroscek dan pada prinsipnya kami akan mendesak kepada kontraktor agar segera kerja, karena sudah dilakukan pencairan 30%, ucapnya lewat sambungan telepon. (Rosa).

Share :

Baca Juga

Daerah

Petahana Yang Tak Terpilih Tidak Tampak Saat Geladi Persiapan Pelantikan Anggota DPRD Masa Jabatan 2024-2029.

Daerah

Oknum Bendahara Desa Damuli, Diduga Terlibat Politik Praktis.

Daerah

“Kursi Ketua DPC PKB Halteng Mulai Di Goyang, Isu Pergeseran Mengemuka”.

Daerah

Heboh! Oknum ASN Halteng Hentikan Mobil Ikan, Klaim Mengandung Merkuri dan Arsenik.

Daerah

Proyek Pembangunan Drainase Asal Jadi, Diduga Kontraktor Dan Pekerja Nekat Bohongi Masyarakat

Daerah

Proyek Halteng Diwarnai Dugaan Pungli, KPK: Pengadaan Barang dan Jasa Masih Jadi Lahan Rawan Korupsi.

Daerah

Selain Direktur Cv Karya Gemilang Indonesia Harus di Panggil, Ketua DPRD Terpilih Juga Wajib Dimintai Keterangan.

Daerah

“Membongkar Kejahatan Dibalik APBD Induk TA 2023”.

You cannot copy content of this page