Home / Daerah / Nasional / Regional

Selasa, 2 Desember 2025 - 17:52 WIB

“SP2HP Sudah Terbit, Tapi Pelaku Masih Berkeliaran: Keluarga Fanisa Desak Polres Halteng Transparan”.

Selasa, 2 Desember 2025.18:50 WIT

HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID — Keluarga korban penganiayaan atas nama Fanisa Ibrahim mendesak Polres Halmahera Tengah untuk lebih transparan dalam menangani laporan yang telah mereka sampaikan sejak 6 November 2025. Meski Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) telah diterbitkan pada 8 November 2025, keluarga menilai penanganan kasus berjalan lambat dan belum menunjukkan progres yang jelas.

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada 5 November 2025 di depan kamar kos Desa Gamaf, Kecamatan Weda Utara. Dalam SP2HP Nomor B/233/XI/RES.1.6/2025/Reskrim, penyidik menyatakan proses penyelidikan akan berlangsung selama tujuh hari dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan.

Namun hingga kini, keluarga menyebut pelaku masih bebas berkeliaran tanpa ada tindakan tegas dari aparat kepolisian. Situasi itu membuat keluarga bingung sekaligus kecewa atas lambannya penanganan perkara.

Paman korban, Alfaris, secara terbuka mempertanyakan apa yang menghambat proses penegakan hukum.

“Sebenarnya apa sich yang jadi kendala? Kenapa kasus seperti ini terkesan lambat sekali? Kami sudah berikan semua keterangan, tapi pelaku masih bebas. Kami bingung dengan lambannya proses ini,” tegasnya.

Keluarga berharap Polres Halmahera Tengah memberikan klarifikasi terbuka mengenai perkembangan terkini, termasuk langkah-langkah konkret yang telah dan akan dilakukan penyidik. Mereka juga meminta aparat bertindak profesional serta tegas sesuai aturan hukum.

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Halmahera Tengah AKP Bondan Manikotomo, S.Tr.K., S.I.K. melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa masih ada saksi yang sebelumnya belum hadir.

Sementara itu, salah satu penyidik Polres Halmahera Tengah menambahkan bahwa kendala yang dihadapi adalah ketidakhadiran saksi kunci, namun saat ini saksi tersebut sudah memberikan keterangan.

“Untuk kendala kemarin memang pada saksi yang belum hadir. Sekarang sudah, dan hanya satu saksi ditambah keterangan korban yang menerangkan perbuatan pelaku. Rencananya minggu ini kami akan gelar perkara untuk naik ke tahap penyidikan sambil menunggu Pak Kasat kembali,” jelas penyidik.

READ  Di Tengah Kesibukan Kerja, TKBM Yefi Berkarya Mandiri Merawat Kebersamaan Natal dan Tahun Baru.

Kasus ini kini menjadi sorotan keluarga korban yang menuntut kepastian hukum serta transparansi dari pihak kepolisian. (Editor: Rosa)

Share :

Baca Juga

Daerah

Diam Diam, Warga Dibiarkan Buta Informasi, Proyek Ini Tak Ada Papan Proyek.

Daerah

Danramil 02 Patani; Silaturahmi Sukseskan Program Pemerintah Diwilayah Teritorial”

Daerah

Dikeluhkan, Jalan Aspal Tak Kunjung Dikerjakan.

Daerah

Program Ketahanan Pangan Menyentuh Fidijaya, Bantuan Beras Diserahkan kepada Warga.

Daerah

“Tegas! PT Asia Mentari Timur Bantah Telantarkan Pekerja: Sudah Ada Tanda Tangan Mereka”.

Daerah

SLB Negeri Weda Laksanakan Gerakan Sekolah Sehat.

Daerah

Hari Pers Nasional 2026, Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Tengah Beri Ucapan Selamat.

Daerah

Road Show Pj. Bupati Bersama Rombongan Pantau Warga Terdampak Banjir di Kecamatan Weda Utara.

You cannot copy content of this page