Senin, 10 November 2025. 10:38 WIT.
HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID
Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Tengah, Bahri Sudirman, SH, M.Hum, selaku pembina upacara, memimpin peringatan Hari Pahlawan yang digelar Halaman Kantor Bupati. Senin (10/11/2025). Upacara ini menjadi momen penting untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa sekaligus refleksi bagi seluruh generasi dalam melanjutkan perjuangan mereka.
Upacara tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, serta pejabat daerah, ASN, TNI-Polri, dan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Sekda Bahri Sudirman membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf.
Amanat ini menekankan bahwa kemerdekaan bukan sekadar kata, melainkan hasil pengorbanan luar biasa para pahlawan yang berjuang dari Sabang hingga Merauke, dari Surabaya hingga Biak. Para pahlawan berjuang bukan demi diri sendiri, tetapi demi masa depan bangsa dan generasi yang kini hidup di Indonesia merdeka.
Sekda Halmahera Tengah menyampaikan pesan Menteri Sosial:
“Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, hari ini mari kita bersyukur dan berjanji: kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita sendiri, bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus.”
Dalam amanatnya, Menteri Sosial juga menekankan tiga teladan utama para pahlawan bangsa:
- Kesabaran Para Pahlawan
Para pahlawan menempuh ilmu, menyusun strategi, menunggu momentum, dan membangun kebersamaan dengan penuh kesabaran. Meski menghadapi perbedaan pandangan dan keterbatasan, mereka berhasil meraih kemenangan. Semangat pantang menyerah ini menjadi modal penting bagi generasi saat ini untuk meneruskan cita-cita para pahlawan.
- Mengutamakan Kepentingan Bangsa di Atas Segalanya
Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan atau balas jasa. Mereka kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan mengabdi. Kehormatan sejati terletak pada manfaat yang ditinggalkan, bukan posisi yang dimiliki.
- Pandangan Jauh ke Depan
Para pahlawan berjuang untuk generasi mendatang dan kemakmuran bangsa. Perjuangan mereka adalah ibadah, diwarnai darah dan air mata yang menjadi doa tak pernah padam. Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan.
Amanat ditutup dengan pesan tegas: “PAHLAWANKU TELADANKU. TERUS BERGERAK, MELANJUTKAN PERJUANGAN.”
Upacara ini menjadi momentum refleksi sekaligus pengingat bahwa perjuangan para pahlawan tetap hidup melalui kerja keras, empati, dan pengabdian seluruh generasi bangsa.
(Editor: Rosa)



