Senin, 4 Agustus 2025. 18:09 WIT.
HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID – Di tengah geliat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, para buruh yang tergabung dalam Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Yefi Berkarya Mandiri menunjukkan bahwa cinta tanah air bukan sekadar kata, tapi tindakan nyata. 4 Agustus 2025, mereka turun langsung ke Pelabuhan Weda, bergotong royong membersihkan lingkungan pelabuhan sebagai bentuk bakti jelang 17 Agustus.
Dengan sapu, dan karung sampah di tangan, para buruh menyusuri sudut-sudut pelabuhan—mengangkat sampah, dan merapikan area yang kerap luput dari perhatian. Di balik peluh yang menetes, ada semangat kemerdekaan yang hidup. Bagi mereka, menjaga kebersihan adalah bagian dari menjaga negeri.
Ketua TKBM Yefi Berkarya Mandiri, Iskandar, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan panggilan hati untuk ikut merawat warisan besar yang ditinggalkan para pejuang kemerdekaan.
“Negeri ini adalah titipan. Kemerdekaan yang kita rayakan setiap 17 Agustus bukan hanya seremoni, tapi pengingat bahwa kita semua punya tanggung jawab. Hari ini kami para buruh bersihkan pelabuhan—mungkin sederhana, tapi inilah cara kami merawat Indonesia,” ujar Iskandar.
Ia menambahkan, pelabuhan bukan hanya tempat lalu lintas barang dan orang, tapi juga etalase wajah kota. “Kalau wajahnya bersih, maka yang datang pun akan hormat. Dan hormat itu bagian dari merdeka,” tambahnya.
Aksi bersih-bersih ini juga mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Hal ini juga untuk memperkuat semangat gotong royong yang menjadi jiwa kemerdekaan sejak dahulu.
Apa yang dilakukan Yefi Berkarya Mandiri adalah pesan sunyi yang kuat: bahwa buruh pun bagian penting dari perjalanan bangsa.
Di Pelabuhan Weda hari ini, merah putih tidak hanya berkibar di tiang, tapi juga hidup dalam tindakan. Dalam kesederhanaan, tersimpan kehormatan. Dalam kerja bakti, tersimpan harapan. Untuk Indonesia yang lebih bersih, lebih bersatu, dan lebih merdeka. (Editor: Rosa).



