Ahad, 9 Maret 2025. 02:08 WIT.
HAL-TENG PERS TIPIKOR.ID. Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Sedunia, Sekolah Perempuan Pesisir Halmahera mengadakan pertemuan di Kedai Folkop, Desa Sagea, Kecamatan Weda Utara, pada Sabtu malam (8/3) setelah shalat Isya. Acara ini menjadi ajang refleksi sekaligus diskusi mengenai peran dan tantangan perempuan di wilayah pesisir Halmahera.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah generasi perempuan di desa Sagea dan Kiya, termasuk aktivis perempuan, serta ibu rumah tangga yang ingin berperan lebih aktif dalam masyarakat.
Rifya Rusdi Pendiri Sekolah Perempuan Pesisir Halmahera menekankan pentingnya solidaritas perempuan dalam menghadapi berbagai tantangan, baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun lingkungan.
“Kami ingin perempuan di pesisir ini tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan, tetapi juga sebagai pelaku utama yang mampu berkontribusi dalam pembangunan,” ujar Rifya.
Pertemuan dengan membahas berbagai isu, mulai dari kesetaraan gender, akses perempuan terhadap pendidikan dan ekonomi, hingga pentingnya pelestarian lingkungan di wilayah pesisir. Selain itu, mereka juga berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi sehari-hari, serta mencari solusi bersama untuk memperkuat peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.
Ini juga bagian dari berbagi pengalaman agar perempuan miliki inspiratif untuk berkontribusi dalam berbagai bidang. Pertemuan semacam ini sangat bermanfaat karena memberikan ruang bagi perempuan untuk saling mendukung dan belajar dari satu sama lain, jelas Rifya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak perempuan yang mendapatkan motivasi untuk berperan aktif dalam berbagai sektor kehidupan, serta semakin sadar akan hak dan potensi yang mereka miliki. Sekolah Perempuan Pesisir Halmahera berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa guna memperkuat jaringan dan memberdayakan perempuan di wilayah pesisir Halmahera, ulas Rifya. (Rosa).





