Sabtu, 07 Desember 2024. 00:04 WIT.
HAL-TENG PERS TIPIKOR.ID.
Desa Sidanga, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, kembali menjadi sorotan terkait pengelolaan Dana Desa (DD) tahun 2024. Foto Pj Kepala Desa (Kades) Sidanga, Jemy Saure, yang terlihat memegang ponsel di hadapan tumpukan uang senilai sekitar Rp 1 miliar, beredar luas di media sosial, memicu keresahan warga.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya terhadap pengelolaan anggaran desa. “Benar, Pj Kades patut dicurigai dalam merealisasikan anggaran karena kurang transparan. Takutnya ada penyelewengan anggaran,” ujar sumber tersebut.
Warga juga menyatakan bahwa hingga kini, aktivitas desa seperti kerja bakti tidak lagi dilaksanakan. Mereka mengaku tidak mendapat penjelasan yang jelas terkait penggunaan dana tersebut. “Sampai sekarang tidak ada penjelasan ke masyarakat. Bahkan, untuk anggaran PAUD saja belum diberikan,” tambahnya.
Proyek Desa Tak Kunjung Dilaksanakan
Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sidanga yang dihubungi secara terpisah pada 6 Desember 2024, mengungkapkan bahwa pencairan tahap dua DD pada bulan September lalu belum menunjukkan progres yang signifikan. “Tahap satu memang untuk pemberdayaan, seperti pengadaan fiber 3 unit, pukat 10 unit, mesin parut 5 unit, dan solar sel 5 unit. Tapi, untuk tahap dua yang seharusnya mencakup penimbunan dan pembangunan perumahan 4 unit, belum ada pelaksanaannya,” jelas anggota BPD tersebut.
Menurutnya, Pj Kades dan bendahara desa masih berada di luar daerah, sementara masyarakat terus menanti kejelasan.
Upaya Konfirmasi yang Tidak Membawa Hasil
Pers Tipikor.id mencoba mengonfirmasi hal ini kepada Pj Kades Jemy Saure. Pada 3 November 2024, saat dimintai keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) tahun 2023, Jemy hanya menjawab melalui pesan WhatsApp, “Nanti pulang ibadah baru baku telepon atau baku dapa.”
Upaya lanjutan dilakukan pada 13 November dan 5 Desember 2024. Namun, Pj Kades kembali hanya menjawab, “Nanti abis kegiatan baru saya konfirmasi,” tanpa memberikan informasi detail. Bahkan, saat ditunjukkan foto uang tunai yang beredar, Jemy Saure tetap tidak memberikan penjelasan terkait sumber dan penggunaan dana tersebut.
Warga Menuntut Transparansi
Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari Pj Kades Sidanga mengenai progres pencairan anggaran tahap kedua maupun realisasi APBDesa tahun 2023. Warga berharap pemerintah kabupaten turun tangan untuk menyelesaikan persoalan ini dan memastikan penggunaan anggaran desa sesuai dengan peruntukannya.
Ketidaktransparanan dalam pengelolaan dana desa ini tidak hanya menimbulkan keresahan masyarakat, tetapi juga mengancam kepercayaan publik terhadap pemerintahan desa. Warga berharap segera ada langkah tegas untuk menjawab semua pertanyaan yang telah lama menggantung. (Rosa).


