Home / Daerah / Nasional / Regional

Minggu, 22 Juni 2025 - 19:54 WIB

Banjir dan Kerusakan Ekologi di Halteng: Warga Soroti Janji Normalisasi Sungai Kobe.

Ahad, 22 Juni 2025. 20:51:WIT.

HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID – Kerusakan ekologi yang terus berulang di Halmahera Tengah kini bukan lagi sekadar peringatan alam. “Ini sudah masuk kategori bencana, bukan lagi cobaan,” ungkap Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Halteng Wahab Nurdin, saat menanggapi banjir yang kembali merendam wilayah sekitar.

Wahab menyebut, langkah konkret dari pemerintah dan perusahaan sangat ditunggu masyarakat, bukan sekadar seremoni. Ia mengingatkan peristiwa pada Sabtu, 21 Januari 2023 lalu, saat dilangsungkan acara ground breaking yang disebut sebagai “kick-off” dimulainya proyek normalisasi Sungai Kobe. Acara tersebut dihadiri oleh tokoh penting dari manajemen PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), termasuk Mantan Ketua DPRD Halmahera Tengah, Sakir Ahmad.

“Faktanya apa yang kita lihat sekarang? Banjir terus terjadi. Lalu ke mana komitmen mereka saat kick-off itu diumumkan?” ujarnya.

Sebagai ketua DPC Partai Demokrat Wahab juga menyinggung pernyataan resmi Pj. Bupati Halmahera Tengah waktu itu, yang menyebut bahwa satu-satunya solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir adalah melalui normalisasi sungai. “Pernyataan itu dikutip berbagai media online saat beliau meninjau langsung lokasi Sungai Kobe. Katanya, daya tampung sungai harus ditingkatkan agar tidak meluap saat hujan deras,” tutur Wahab.

Kini, setelah dua tahun berlalu, warga mempertanyakan tindak lanjut dari pernyataan dan janji tersebut. Diketahui, pada Selasa, 17 Juni 2025 lalu, sempat digelar pertemuan di ruang rapat Kantor Bupati Halmahera Tengah. Pertemuan itu membahas pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Normalisasi Sungai Kobe.

Namun hingga kini, hasil kerja Satgas itu belum terdengar luas oleh publik. “DPRD seharusnya aktif bertanya ke Pemerintah Daerah dan perusahaan, apakah normalisasi benar-benar dijalankan, atau hanya jadi simbol saat seremoni?” ujar Wahab lagi.

READ  Prostitusi Terselubung,Bisa Jadi Sarang HIV, Direktur LSM Gele-gele Minta Ditertibkan.

Ia juga menyoroti sikap diam mantan Ketua DPRD Sakir Ahmad. “Beliau hadir langsung saat acara kick-off itu. Sekarang saatnya beliau harus bicara, bukan diam. Ini soal keselamatan warga, bukan soal lain,” tegasnya.

Banjir dan pencemaran lingkungan di sekitar wilayah Lelilef dan Kobe kini menjadi isu yang tak bisa lagi ditutupi. Masyarakat menunggu langkah nyata, bukan hanya retorika. (Editor: Rosa)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemilik Akun Facebook “Dhani Deep”, Diminta Luruskan Unggahan Statusnya.

Daerah

Dana Lahan Restan Rp1 Miliar Lebih Tak Transparan, Warga Kulojaya SP 3 Geruduk Kantor Desa!

Daerah

Polemik Surat Edaran Penutupan Wisata Goa Bokimaruru, Pengelola Wisata, Pemilik Lahan, dan Ibu-Ibu Pemilik Warung Gelar Rapat.

Daerah

POS JAGA TEMPAT PEMUNGUTAN RETRIBUSI MILIK  DINAS PERHUBUNGAN BUTUH PERHATIAN.

Daerah

Temuan Mengejutkan di Jembatan Moreala, Ikan Busuk Penuhi Sungai Moreala.

Ekonomi

Nyaris Rp1 Miliar Anggaran Pendidikan Menganggur, 14 Program Tak Terealisasi.

Daerah

Ucapan Terima Kasih Dan Apresiasi Warga Kepada Dua Orang Mancing Mania.

Daerah

Terkait Terbengkalainya Proyek RTLH, Ketegasan Komisi 3 DPRD Dipertanyakan.

You cannot copy content of this page