Jum’at, 21 Februari 2025.20:29 WIT.
HAL-TENG PERS TIPIKOR.ID.
Akses menuju objek wisata Goa Bokimaruru kembali ditutup, ini menimbulkan kekecewaan bagi pengelola dan warga setempat, terutama ibu-ibu pemilik warung di sekitar lokasi. Mereka mengaku terdampak secara ekonomi akibat keputusan ini, yang dianggap tidak memberikan solusi bagi masyarakat.
Menurut warga, oknum yang menutup jalan dengan cara menebang pohon kayu di pinggiran jalan menuju akses wisata Goa Bokimaruru, tepatnya di turunan tanjakan tanah merah harus bertanggungjawab, pihak berwajib diminta untuk mencari tahu oknum penebang pohon yang terjadi pada 21/02.
Sebelumnya di areal itu pernah kami lakukan penimbunan dan sudah bagus, oleh karena dengan kejadian penutupan dengan cara menebang pohon untuk menutup akses ke wisata Goa Bokimaruru, bagi kami oknum yang melakukan tindakan ini harus segera diminta kejelasan oleh pihak Kepolisian setempat, jelas Ketua pengelola Rusman Dj Sehe atau sapaan akrab Ipul.
Para pemilik warung dan pelaku usaha kecil berharap ada kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat, agar sektor ekonomi lokal tetap berjalan tanpa harus mengorbankan usaha yang sudah berkembang. Harus ada alternatif yang jelas bagi warga yang menggantungkan hidup dari aktivitas wisata di kawasan tersebut, jelas Ipul.
“Apapun alasannya, terkait dengan penutupan serta surat edaran tetap kami tolak habis-habisan”. Sekali lagi perlu saya sampaikan, kami menolak 100 persen, kami telah berkomitmen untuk tolak, tegas Ipul.
Besok kami pengelola akan melakukan pembersihan areal yang menutupi jalan, tulis Ipul. (Rosa).




