Kamis, 12 Februari 2026.22:01 WIT.
HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID — Warga lingkar tambang di Weda Tengah, yang mayoritas berprofesi sebagai pengusaha kos-kosan, penginapan, rumah makan, dan usaha lain yang bergantung pada listrik, mengaku dirugikan akibat seringnya mati lampu.
Kondisi ini mengganggu operasional bisnis mereka, menyebabkan banyak ikan dan daging rusak, serta membuat karyawan kos-kosan memilih pindah ke mess perusahaan karena fasilitas di wilayah lingkar tambang tidak mampu mendukung kehidupan sehari-hari tanpa listrik.
Informasi disampaikan melalui pesan WhatsApp yang diterima Pers Tipikor.id.
Menurut Simon Burnama, tokoh pemuda lingkar tambang, situasi ini merupakan “langkah awal kehancuran” bagi masyarakat yang matapencariannya bergantung pada usaha yang membutuhkan listrik. “Semua ini berkat bobroknya manajemen PLN di Kabupaten Halmahera Tengah,” ujarnya.
Masyarakat menuntut ganti rugi atas kerugian yang dialami dan mendesak agar Kepala PLN Weda segera dicopot karena dinilai tidak mampu menangani persoalan listrik di kawasan lingkar tambang, mulai dari Weda Tengah hingga Weda Timur.
Simon menegaskan, mereka juga mendesak pemerintah daerah merekomendasikan ke provinsi untuk mencopot Kepala PLN Kabupaten Halmahera Tengah serta mengganti rugi semua kerugian masyarakat akibat mati listrik yang terjadi berlebihan, mulai dari satu kali hingga tujuh kali dalam sehari.
Simon juga meminta DPRD Kabupaten Halmahera Tengah agar lebih tegas dalam mengevaluasi kinerja PLN, khususnya untuk kebutuhan listrik masyarakat di Dapil II yang kerap mengalami pemadaman.
(Editor: Rosa).


