Home / Daerah / Nasional / Regional

Senin, 30 Juni 2025 - 14:32 WIB

Dugaan Korupsi Menggunung, Ampera Tuntut Pemeriksaan 5 OPD di Haltim.

Senin, 30 Juni 2025. 15:28 WIT.

HAL-TENG PERS TIPIKOR.ID – Sekretaris Jenderal Lembaga Swadaya Masyarakat Amanat Penderitaan Rakyat Halmahera Timur (LSM Ampera), Muhibu Mandar, lewat pesan WhatsAppnya kepada Pers Tipikor id menyatakan dukungannya terhadap langkah penggeledahan yang dilakukan Kejaksaan Negeri Halmahera Timur terhadap dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru-baru ini. Ia menilai, langkah tersebut tepat dan patut diapresiasi sebagai bentuk penegakan hukum.

“Langkah penggeledahan yang dilakukan Kejari Haltim merupakan tindakan yang sangat tepat dalam membongkar dugaan tindak pidana korupsi di tubuh pemerintah daerah,” tegas Muhibu dalam keterangannya, Senin (30/6/2025).

Namun demikian, ia menekankan masih banyak OPD lain yang layak diperiksa karena diduga terlibat dalam penyimpangan anggaran. Ampera merekomendasikan agar Kejari Haltim segera memeriksa Dinas Keuangan, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, serta Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Haltim.

Muhibu mengungkapkan bahwa di Dinas Keuangan, terdapat anggaran sebesar Rp9 miliar pada tahun anggaran 2023 yang raib tanpa jejak. Di Dinas Kesehatan, ia menyoroti dugaan penyimpangan anggaran makan-minum enam Puskesmas dan dana COVID-19 tahun 2020. Selain itu, pada tahun anggaran 2021–2022, terdapat ketidaksesuaian dalam jumlah dokter yang dikontrak: hanya 20 orang dokter yang benar-benar bekerja, namun dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tercatat 100 orang.

Dinas Pertanian juga disorot karena pengadaan anak sapi serta bibit pohon pala dan cengkeh tahun anggaran 2023 dinilai bermasalah. Begitu pula dengan pengelolaan anggaran pada Bagian Umum dan Perlengkapan.

“Jika memang Kepala Kejaksaan Haltim serius ingin membongkar tabir indikasi korupsi, maka rekomendasi yang telah kami sampaikan secara kelembagaan harus ditindaklanjuti. Kami sudah buat laporan resmi, tapi sampai hari ini belum ada tindak lanjut pemeriksaan,” kata Muhibu.

READ  Ketua DPRD Halteng Serap Aspirasi Warga di Tepeleo saat Reses Masa Persidangan II.

Ia juga menyampaikan kekhawatiran terkait independensi kejaksaan dalam mengusut kasus-kasus korupsi tersebut. Menurutnya, ada potensi beban psikologis akibat hibah tanah dari Pemda Haltim kepada institusi kejaksaan.

“Kami berharap agar Kepala Kejaksaan tidak ‘masuk angin’ setelah melakukan penggeledahan. Langkah itu harus dilanjutkan sampai tuntas. Kami tahu Kejari Haltim pernah menerima hibah tanah dari Pemda, dan kami khawatir hal itu menjadi beban psikologis. Kami ingin memastikan bahwa Kejari tetap independen,” tandasnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Ampera menyatakan siap membawa laporan ini ke tingkat lebih tinggi jika tidak ada tindakan tegas dari Kejari Haltim.

“Jika langkah-langkah ini tidak dijalankan, maka kami akan menindaklanjuti laporan ini ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia,” tutupnya. (Editor: Rosa)

Share :

Baca Juga

Daerah

Dugaan Percobaan Penculikan Anak Gegerkan Warga Desa Waleh.

Daerah

Besok Partai Perindo Halmahera Tengah Buka Pendaftaran Bakal Calon Bupati.

Daerah

KKF Jabodetabek Mengajak Tumbuhkan Nilai-Nilai Kebersamaan.

Daerah

Bidang Pendidikan Dasar Dikbud Halteng, Gelar Bimtek RKAS Tahun 2024.

Hukrim

Pekerjaan Rumah Buat Bupati, CV. Siluman Kerjakan ProyekTanpa Papan Nama

Daerah

Maraknya Kasus Pencurian di Kota Weda, Bakir Oesman Desak Kepolisian dan Pemda Perketat Keamanan.

Daerah

Menelisik Jejak Anggaran Rp29,9 Miliar Drainase Kota Weda.

Daerah

“Membongkar Kejahatan Dibalik APBD Induk TA 2023”.

You cannot copy content of this page