Home / Hukrim / Uncategorized

Minggu, 15 Januari 2023 - 21:53 WIB

Kontraktor Diduga Kabur Tinggalkan Hutang Ribuan Kubik Material Dan Upah Retasi Milik Masyarakat.

Ahad,15 januari 2023. 23:31. WIT.

HAL-TENG PERS TIPIKOR-ID. Pekerjaan peningkatan jalan di Desa Pantura Jaya, Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara yang dikerjakan oleh CV. Adi Pratama dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022 bermasalah.

Pasalnya, CV milik Rahmat ternyata belum membayar material berupa batu dan pasir yang dibuatkan kubikasi serta retasi milik masyarakat Desa Pantura Jaya. Hal ini tentu membuat masyarakat setempat marah, sebab pekerjaan proyek tersebut telah selesai namun masih meninggalkan utang upah kerja dan retasi. Dan mereka merasa di bohongi oleh Rahmat.

Untuk diketahui, batu kepala sebanyak 379 kubik, batu mangga 390 kubik, batu kerikil 336 kubik, pasir 98 kubik. Kemudian upah retasi dua warga sebanyak 227 ret.

Berikut jumlah batu kubik dan pasir milik masyarakat Desa Pantura Jaya yang belum dibayar setelah dipakai untuk pembuatan jalan oleh CV. Adi Pratama.

Batu kepala 379 kobit x Rp 300.000 = Rp. 113.700.000
Batu mangga 390 kobit x Rp. 300.000 = Rp.117.000.000
Batu Krikil 336 kobit x Rp. 350.000 = Rp.117.600.000
Pasir 98 kobit x Rp. 300.00 = Rp. 29.400.000
(Jumlah/Total uang Rp. 377.700.000)

Retasi:
Edi dengan jumlah Retasi 198 Ret. Rp. 4.248.000
Ato Daot dengan jumlah retasi 29 Ret. Rp. 444.000
(Jumlah/Total uang Rp. 4.692.000)

Masyarakat Pantura jaya meminta kepada CV. ADI PRATAMA untuk melunasi pembayaran batu milik mereka. Masyarakat Pantura Jaya akan mengadukan masalah ini ke Polres Halmahera Tengah tepatnya di Kota Weda bila tidak diselesaikan secepatnya.

“Kami meminta agar system pembayaran tidak dilakukan secara berangsur. Akan tetapi dilakukan secara kolektif, terhitung mulai hari ini sampai jato tempo. Pokoknya harus segera diselesaikan, kalau tidak kami akan ke Polres untuk membuat laporan Penipuan,” ungkap narasumber yang enggan disebutkan namanya, Minggu, (15/1/2023).

Dilansir dari http://Mediaswarabhayangkara.compadaSabtu (14/1/2023).
Rahmat membantah permasalahan batu kubik di Desa Tepeleo Batu Dua dan Pantura Jaya. Amat juga menambahkan masalah ini bukan untuk diberitakan.

“Ini bukan untuk diberitakan. Soal pembayaran di sana ada adminstrasinya. Saya bilang pembayaran ada alur adminstrasi bukan bayar-bayar begitu saja, jadi cari berita yang lain sajatulis Amat saat dikonfirmasi. (Rosa).

READ  Tim Investigasi Meminta Pj Bupati Selamatkan Aset Milik Daerah Yang Terbengkalai.

Share :

Baca Juga

Daerah

Diduga Telah Cair 100%, Proyek Jalan Lapen Desa Gemia Tak Tuntas.

Daerah

Dinilai Tak Etis!! PLT Kadis PUPR Blokir Nomor HP Pers Tipikor-id Saat Konfirmasi.

Daerah

NGERI!!!!!!!!TAHUN 2022, “ADA LAGI BUKTI PROYEK PENINGKATAN GOR (PAKET 2)”.

Daerah

Anggaran Sekretariat DPRD Melejit Jadi Rp37 Miliar, Belanja Alat dan Mesin Naik 1.000 Persen dalam Setahun.

Uncategorized

Kampanye “Mustika” Membawa Berkah Bagi Pedagang Gelontongan.

Daerah

Misteri Tukar Guling Tanah Pemda Halteng: Dugaan Manipulasi dan Kepentingan Oknum Harus Menjadi Perhatian APH.

Daerah

TERUNGKAP!!! “KERUGIAN NEGARA CAPAI 3 MILIAR LEBIH”.

Daerah

Deforestasi Disinyalir Mengancam Objek Wisata Boki Maruru Dan Aliran Sungai Sagea.

You cannot copy content of this page