Home / Daerah / Nasional / Regional

Sabtu, 13 Juli 2024 - 15:54 WIB

Ketua Komite Sekolah MTS Negeri 1 Halmahera Tengah Klarifikasi Terkait Seragam Siswa.

Sabtu,13 Juli 2024.16:51 WIT.

HAL-TENG PERS TIPIKOR.ID.
Sabtu, 13/07/2024 pagi tadi, melalui Teropongmalut. Com, Pihak Komite Sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Halmahera Tengah memberikan klarifikasi terkait keputusan kontroversial yang telah mencuat belakangan ini. Ketua Komite, Moch. Taher Mujuddin, bersama dengan orang tua siswa, telah mencapai kesepakatan terkait pakaian seragam siswa, termasuk batik, buku raport, dan lainnya.

Odhe, kemudian melanjutkan pesan WhatsApp dari pihak komite kepada Per Tipikor.id, “bahwa dalam klarifikasi tersebut, Ketua Komite Tsanawiyah Negeri 1 Halmahera Tengah juga menegaskan bahwa keputusan tersebut bukanlah bentuk pungutan liar (pungli), melainkan sesuai dengan kesepakatan antara komite dan pihak sekolah untuk memfasilitasi dan memudahkan orang tua dalam menyediakan seragam siswa.

Total 97 calon siswa akan terlibat dalam implementasi kebijakan ini. Seragam seperti batik, baju olahraga, dan baju pramuka di luar seragam nasional biru putih harus dipesan melalui pihak sekolah untuk memastikan kualitas bahan, warna, dan corak yang seragam.

Pihak komite menegaskan bahwa kebijakan ini bukanlah pungli, melainkan langkah untuk memudahkan dan membantu orang tua dalam memenuhi kebutuhan seragam siswa. Kesepakatan ini didukung secara penuh oleh semua orang tua siswa, sesuai dengan hasil rapat yang dilaksanakan hari ini.
(Rosa)

READ  Tak Lengkap Berdokumen,Tiga Kontainer Besi Tua(Scrab Besi) Harus Di Tindak.

Share :

Baca Juga

Daerah

Ups, Penampakan Kawasan Wisata Nusliko Park Semakin Prihatin.

Daerah

Akibat Tuntutan Ganti Rugi,  Tercapai Kesepakatan.

Daerah

“Jelang 17 Agustus, PBSI Halmahera Tengah Hadirkan Kado Emas dari Turnamen SMASH Ternate!”.

Daerah

Rp538 Juta Kas Daerah Halteng Tak Sinkron, Rekening Pemkab Selisih Besar Tanpa Penjelasan.

Daerah

Mobil Operasional STM Tuai Kritik, PT IWIP Disebut Lebih Disiplin di Kawasan Kota.

Daerah

Terkait Kasus Penganiayaan, Kasat Reskrim; Korban Sudah Dua Kali Dipanggil Tapi Tidak Datang

Daerah

SDN 2 Weda Gelar Ekstrakurikuler Pasca PAS 1, Bangun Kreativitas dan Literasi Menuju Generasi Emas 2045.

Daerah

Terumbu Karang Dibongkar Jadi MaterialProyek, Sejumlah Pihak Terkesan Pura-Pura Buta.

You cannot copy content of this page