Kamis, 4 Desember 2025.20:06 WIT.
HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID — Warga Desa Sagea, Kecamatan Weda Utara, kembali dibuat cemas akibat gelombang laut yang kian meninggi sejak November lalu. Jika sebelumnya ombak hanya sesekali mencapai bibir pantai, pada Kamis (4/12/2025) sekira pukul 5:00 WIT
kondisi berubah drastis: air laut menerjang permukiman, masuk ke rumah warga, kos-kosan, hingga merusak sebagian tanaman di pekarangan.
Gelombang bahkan dilaporkan hampir menyentuh badan jalan raya, memicu kekhawatiran aktivitas transportasi akan terganggu jika situasi terus memburuk.
Seorang warga mengaku, selama bertahun-tahun tinggal di Sagea, kondisi separah ini baru pertama kali terjadi. Ia menduga gelombang tinggi yang semakin agresif ini berkaitan dengan abrasi yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.
“Sekian lama tinggal di sini, baru kali ini gelombang sampai masuk ke rumah-rumah. Tanaman kami juga rusak. Ini harus segera ditangani dengan memakai dana CSR perusahaan dan perlu diprioritaskan supaya kejadian seperti ini tidak berulang,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah daerah bersama pihak perusahaan di lingkar industri bisa segera merespons situasi ini, melalui langkah darurat maupun program mitigasi jangka panjang. Mereka menilai penguatan bibir pantai, penanaman kembali vegetasi pantai, serta pembangunan infrastruktur penahan ombak sangat dibutuhkan untuk mencegah kerusakan lebih besar.
Hingga berita ini diterbitkan, warga berharap ada penanganan cepat sebelum gelombang kembali naik dan mengancam keselamatan serta harta benda mereka.
(Editor: Rosa)





