Home / Daerah / Nasional / Regional

Kamis, 18 Desember 2025 - 23:32 WIB

Diduga Asal Jadi, Proyek Saluran di Dekat Jembatan Lukulamo Gunakan Material Rapuh.

Jum’at, 19 Desember 2025.00:31 WIT.

HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID — Penampakan proyek pembangunan saluran di ruas jalan umum dekat Jembatan Lukulamo memunculkan kekhawatiran serius. Dari pantauan langsung Pers Tipikor.id, pada 17 dan 18 Desember 2025 pekerjaan saluran tersebut terlihat menggunakan material batu bercampur tanah yang mudah hancur, jauh dari standar konstruksi yang seharusnya menjamin kekuatan dan ketahanan bangunan.

Material yang digunakan tampak rapuh, tidak padat, dan berpotensi cepat rusak ketika terpapar air hujan maupun beban lingkungan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait mutu pekerjaan, pengawasan teknis, serta kepatuhan pelaksana proyek terhadap spesifikasi teknis yang lazim diterapkan pada pembangunan infrastruktur di jalan umum.

Ironisnya, proyek yang berada di jalur vital dan dilalui masyarakat setiap hari itu terkesan luput dari pengawasan ketat. Tidak terlihat adanya upaya koreksi, peringatan, atau tindakan tegas dari pihak terkait, padahal kualitas saluran sangat menentukan keselamatan pengguna jalan serta daya tahan infrastruktur dalam jangka panjang.

Penggunaan material batu tanah yang tidak layak ini patut diduga sebagai bentuk kelalaian serius, bahkan berpotensi mengarah pada penyimpangan pelaksanaan proyek. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin saluran tersebut akan cepat rusak, ambruk, atau gagal fungsi, yang pada akhirnya merugikan keuangan negara dan membahayakan masyarakat.

Kondisi ini semestinya menjadi perhatian aparat penegak hukum, baik Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Polda Maluku Utara, Kejaksaan Negeri Halmahera Tengah, maupun Polres Halmahera Tengah. Proyek yang dibiayai uang negara wajib dikerjakan sesuai aturan, bukan asal jadi dengan material yang kualitasnya patut dipertanyakan.

Di sisi lain, masyarakat sebagai pengguna jalan memiliki hak penuh untuk menegur, mengkritisi, dan mempertanyakan proyek yang terindikasi janggal. Proyek di ruang publik bukan wilayah tertutup, sehingga setiap bentuk kejanggalan patut diawasi bersama demi mencegah praktik yang merugikan kepentingan umum.

READ  Jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijiriyah, Penerima Insentif Desa Were Tersenyum Bahagia.

Aparat penegak hukum diharapkan tidak ragu untuk menelusuri lebih jauh, termasuk memeriksa pelaksana proyek, pengawas, hingga pihak-pihak yang bertanggung jawab. Infrastruktur publik bukan sekadar bangunan fisik, tetapi cerminan tanggung jawab negara terhadap keselamatan dan hak masyarakat. (Editor: Rosa).

Share :

Baca Juga

Daerah

Judi Bola Guling, Ramai Ibarat Casino, Aparat Diminta Bertindak

Daerah

Terungkap Adanya Penemuan Mayat Seorang Pria Di Kecamatan Weda Utara.

Daerah

Beredar Flayer Tolak Peserta Luar Daerah di MTQ Halmahera Tengah 2026 Jadi Sorotan.

Daerah

Diskors, Rapat Pleno KPU Halmahera Tengah.

Daerah

Pembukaan Kegiatan Pengimbasan Matematika Gasing Tahun 2024, Dikecamatan Weda Tengah.

Daerah

Seruan Aksi LPP Tipikor Maluku Utara, Terkait Dugaan Korupsi di Halmahera Tengah Yang Kian Kronis.

Daerah

Sejumlah Penginapan Dan Kos-kosan Kerap Dijadikan Tempat Maksiat.

Daerah

Meminimalisir Munculnya Konflik Sosial, Babinsa Koramil 01/Weda Giat Komsos.

You cannot copy content of this page