Home / Daerah / Nasional / Regional

Kamis, 8 Mei 2025 - 01:33 WIB

1.525 Karton Bir Lolos dari Pos Penjagaan Moreala, Diduga Ada Pembiaran.

Kamis, 8 Mei 2025. 02:19 WIT.

HAL-TENG | PERS TIPIKOR.ID – Dua truk bermuatan minuman keras jenis bir berhasil lolos dari pos penjagaan Moreala, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, tanpa hambatan meski membawa 1.525 karton miras. Temuan ini menimbulkan dugaan kuat adanya pembiaran.

Investigasi lapangan Pers Tipikor, id pada Selasa malam (7/5/2025) sekitar pukul 20:36 WIT menemukan dua truk tersebut di kawasan Kobe Gunung, Kecamatan Weda Tengah. Minuman tersebut diketahui berasal dari Tobelo, Halmahera Utara, sementara sopir yang bertanggung jawab dalam pengangkutan mengaku berasal dari Jailolo.

“Barang dari Tobelo, kami dari Jailolo. Total 1.525 karton, ” ungkap sopir tersebut.

Ia juga menyebut bahwa sejumlah pihak mengetahui secara langsung pengiriman miras tersebut. “Semua tahu kami bawa miras ini,” tambahnya.

Pernyataan ini semakin memperkuat dugaan lemahnya pengawasan, bahkan dugaan adanya praktik pembiaran oleh aparat. Publik pun mempertanyakan integritas dan komitmen penegakan hukum.

Hingga berita ini ditayangkan, Kapolres Halmahera Tengah ketika dikonfirmasi belum memberikan tanggapan terkait temuan tersebut. (Editor: Rosa).

READ  Infrastruktur Mangkrak Didepan Mata,"Mata APH Entah Kemana".

Share :

Baca Juga

Daerah

Reskrim Polres Diminta Periksa Direktur Cv. Karya Gemilang Indonesia.

Daerah

Disinyalir, Akun TikTok Milik Oknum ASN, Memposting Foto Deklarasi Ims-Adil.

Daerah

Tekan Angka Laka, Sat Lantas Polres Halteng Pasang Imbauan di Tabalik.

Daerah

Pihak Peserta Didik SLB Negeri Weda, Gelar Rapat Bersama Orang Tua Wali Murid.

Daerah

DPRD Kabupaten Halmahera Tengah Wajib Hukumnya Menindak Lanjuti Temuan BPK, Agar Bisa Dilaporkan ke KPK

Daerah

PENJABAT BUPATI Ir. IKRAM MALAN SANGADJI. M.Si MENYERAHKAN 370 SK PPPK.

Daerah

Giliran Partai Hanura Halmahera Tengah Buka Penjaringan Pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati.

Daerah

Deforestasi Disinyalir Mengancam Objek Wisata Boki Maruru Dan Aliran Sungai Sagea.

You cannot copy content of this page