Home / Daerah / Nasional / Regional

Kamis, 3 April 2025 - 21:52 WIB

Viral di Facebook: Ibu-Ibu di Desa Sagea dan Kiya Kembali Protes Penutupan Wisata Goa Bokimaruru.

Kamis, 3 April 2025. 22:46 WIT.

HAL-TENG PERS TIPIKOR.ID.    Sebuah unggahan di Facebook dari akun Decky Deiily menjadi viral setelah menampilkan aksi protes sekelompok ibu-ibu dari Desa Sagea dan Kiya terkait penutupan wisata Goa Bokimaruru.

Dalam unggahannya, Decky menjelaskan bahwa aksi tersebut diduga terjadi karena kekhawatiran warga terhadap hasil kesepakatan rapat yang berlangsung semalam.

Suara hati ibu-ibu bokimoruru, coba tanggapi dengan pikiran yang dingin, mungkin karena mereka khawatir dari hasil kesepakatan rapat semalam, yang tutup itu merugikan mereka, makannya hari ini mereka unjuk rasa, tulis Decky dalam unggahannya.

Menurut unggahan tersebut, para ibu-ibu menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap ketidakjelasan penyelesaian masalah ini.

Mereka bahkan meneriakkan tuntutan agar tempat wisata tersebut tetap dibuka. “Ini demi kebaikan kita samua, batu lubang sudah menjadi perbincangan hangat, dan di tutup terus itu yang sempat terlontar suara, ini kenapa masalahnya tidak cepat kunjung selesai?”, lanjutnya.

Penutupan Goa Bokimaruru telah menjadi isu yang menarik perhatian masyarakat setempat. (Rosa).

READ  Kapolres Halteng Resmi Buka Kejuaraan Bulutangkis Kapolres Cup 2026, Diikuti 120 Peserta.

Share :

Baca Juga

Nasional

Napak Tilas Politik Ali Yasin Ali, MM: Plt Gunernur Maluku Utara

Daerah

Pengelola Wisata Goa Bokimoruru Tatap Muka Bersama Wakil Ketua DPRD dan Sejumlah Anggota.

Daerah

Nama Anak Tercantum dalam Peta Pembayaran, Polemik Lahan Sakaulen Seret Haris Naik.

Daerah

“Oknum Penebang Pohon Menutup Akses ke Wisata Goa Bokimaruru Harus Bertanggungjawab”.

Daerah

Tunda Layanan karena Kegiatan, Pihak RSUD Weda Dinilai Abaikan Hak Pasien.

Daerah

“Koperasi Merah Putih Dinilai Bermanfaat, Pj Kades Akeici Ajak Warga Dukung Program Pemerintah”.

Daerah

Kontraktor Enggan Bayar Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (Pajak Galian C), Ditaksir Capai Miliaran Rupiah.

Daerah

Mengungkap 33 Perizinan Usaha Limbah di Halteng, Pengawasan KBLI Tak Boleh Longgar.

You cannot copy content of this page