Jum’at, 29 Mei 2026.
HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID— Misteri tumbangnya puluhan karyawan di kawasan lingkar tambang Weda Utara akhirnya mulai terkuak. Hasil uji laboratorium resmi menemukan adanya kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) pada sejumlah makanan katering yang dikonsumsi pekerja di area PT Temporess International Delivery (TID) dan PT Tempopres Mining Indonesia (TMI), Insiden terjadi setelah karyawan diduga mengonsumsi makanan yang disediakan oleh vendor katering PT Danis Indo Service.
Temuan paling krusial dalam laporan Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Ambon Kementerian Kesehatan RI berasal dari uji mikrobiologi, di mana laboratorium menemukan adanya bakteri E. coli pada sejumlah makanan matang yang diduga dikonsumsi para karyawan sebelum mengalami gangguan kesehatan.
Sebagian besar sampel memang masih menunjukkan kategori rendah, seperti K.416 (Sayur Kacang Panjang), K.417 (Sambal), K.419 (Sayur Kangkung), K.422 (Ayam Kecap), dan K.423 (Sayur Buncis, Wortel, Sup), yang masing-masing tercatat di bawah < 1,8 MPN/100 gr.Namun, mulai terlihat peningkatan pada K.418 (Nasi) dan K.420 (Ayam Kecap) yang masing-masing mencapai 2 MPN/100 gr, menandakan mulai terdeteksinya kontaminasi bakteri pada makanan siap saji.
Puncak temuan terjadi pada Sampel K.421 (Sambal Nasi Jinggo) yang mencatat lonjakan ekstrem bakteri E. coli hingga mencapai 1600 MPN/100 gr. Angka tersebut menjadi indikator kuat adanya dugaan kontaminasi berat (gross contamination) pada salah satu titik makanan yang disajikan.
Secara pola temuan laboratorium, kondisi ini mengarah pada dugaan bahwa sumber masalah tidak berasal dari bahan baku mentah maupun air, melainkan pada tahap pengolahan akhir, penyajian, atau kemungkinan terjadinya kontaminasi silang setelah proses memasak.
Hal itu diperkuat dengan hasil pemeriksaan air minum K.392/K.424 dan air higiene sanitasi K.391/K.425 yang dinyatakan aman, dengan parameter E. coli 0 CFU/100 ml dan kandungan kimia masih berada dalam batas normal.
Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Ambon melalui laporan bernomor KL.02.03/B.XI/900/2026 yang ditandatangani Kepala Balai Dr. Yudied Agung Mirasa, SKM., M.Kes., menguji total 15 sampel makanan dan air.
Dari hasil uji tersebut, secara kimia seluruh sampel dinyatakan aman dan memenuhi syarat. Empat parameter berbahaya yakni Formalin, Boraks, Methanil Yellow, dan Rhodamin B seluruhnya tercatat negatif pada semua sampel.Sampel yang diuji meliputi:
Menu Siang: Nasi (K.378), Ayam (K.379), Kangkung (K.380)Menu Malam 1: Nasi (K.381), Ikan (K.382), Tempe (K.383), Kangkung (K.384), Ikan Masak (K.385)Menu Malam 2: Nasi (K.386), Sayur (K.387), Ayam Kecap (K.388)Bahan Mentah: Ikan Mentah (K.389) dan Ayam Mentah (K.390)
Sementara itu, hasil pemeriksaan bakteri Salmonella sp. pada sampel K.426 (Ayam Mentah) dan K.427 (Ikan Mentah) juga dinyatakan negatif.
Meski demikian, pihak laboratorium memberikan catatan penting terhadap hasil uji mikrobiologi tersebut. Sampel diketahui baru tiba di laboratorium Ambon pada 10 Mei 2026 atau melewati batas kritis 24 jam sejak pengambilan sampel di lapangan.
Selain itu, sampel makanan disebut tidak seluruhnya menggunakan wadah steril standar laboratorium, melainkan hanya menggunakan wadah plastik biasa saat proses pengiriman dari Halmahera Tengah menuju Ambon.
Kondisi tersebut secara metodologis membuka kemungkinan adanya perkembangan bakteri selama proses transportasi, sehingga angka E. coli pada Sampel K.421 tidak dapat dipastikan sepenuhnya identik dengan kondisi awal saat makanan dikonsumsi pekerja.
Dengan demikian, laporan laboratorium ini tidak hanya menunjukkan adanya temuan bakteri pada makanan siap saji, tetapi juga mengarah pada dugaan kuat terjadinya kegagalan dalam rantai higienitas makanan di tahap pengolahan maupun distribusi.
Seluruh hasil investigasi laboratorium tersebut kini menjadi dasar evaluasi Dinas Kesehatan Halmahera Tengah terhadap sistem sanitasi vendor katering, standar higiene industri, serta prosedur penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) di kawasan industri Weda Utara.
Hingga berita ini terpublikasi, Pers Tipikor.id belum dapat mengkonfirmasi keterangan dari pihak perusahaan maupun vendor katering terkait hasil investigasi laboratorium tersebut. (Editor: Rosa).


