Home / Daerah / Nasional / Regional

Rabu, 30 April 2025 - 18:44 WIB

“Proyek Islamic Center 2022 Resmi Disidik, Kajari: Bukti Awal Tindak Pidana Cukup”.

Rabu, 30 April 2025.19:39 WIT.

HALTENG PERS TIPIKOR.ID. – Kasus dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan Islamic Center tahun 2022 resmi naik ke tahap penyidikan. Hal ini diungkap langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Halmahera Tengah, Harianto Pane, S.H., M.H., saat diwawancarai di aula Kantor Kejaksaan Negeri Halmahera Tengah, Rabu, 30 April 2025, pukul 10.42 WIT.

Dalam wawancara tersebut, Kajari didampingi oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) dan Kepala Seksi Intelijen. Kajari menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi terkait proyek tersebut dan menemukan indikasi adanya perbuatan melawan hukum.

“Untuk proyek pembangunan Islamic Center, sejumlah saksi sudah kami periksa dan saat ini telah terpenuhi sejumlah bukti. Menurut kami, ada indikasi perbuatan melawan hukum, sehingga perkara ini kami tingkatkan ke tahap penyidikan. Selanjutnya, kami akan menyampaikan kasus ini ke BPKP untuk dilakukan audit guna mengetahui ada atau tidaknya kerugian negara. Setelah itu, kami akan lakukan pendalaman untuk menentukan siapa yang menjadi tersangka,” jelas Kajari.

Sementara itu, Kasi Pidsus Rahmat Sandy Ela Sabtu, S.H menambahkan bahwa pemeriksaan terhadap saksi-saksi dijadwalkan berlangsung selama satu minggu ke depan. “Untuk ahli, kami minta dari Politeknik Negeri Manado,” ujarnya.

Proyek pembangunan Islamic Center yang sempat menjadi sorotan publik ini kini mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum. Peningkatan status kasus ke tahap penyidikan menjadi langkah penting dalam upaya penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di daerah. (Editor: Rosa).

READ  Ali Munanjar; Panwaslu Kecamatan Weda, Komitmen Singkronisasi Hasil Perolehan Suara Caleg Dan Parpol.

Share :

Baca Juga

Daerah

Proyek Dengan Anggaran Rp. 2 Miliar Lebih Tak Tuntas.

Daerah

REFLEKSI MAY DAY, PEMUDA KOTA WEDA GELAR CAKALELE.

Daerah

“Bukti Kwitansi Mengungkap Jalur Pencairan Kontroversial: Siapa Otak di Baliknya? Publik Menanti Jawaban”.

Daerah

Ditinggal Kabur Kontraktor dan Pekerja, “Proyek Jembatan Beton Jalan Sif-Palo Enam Kali Proses Pencairan”.

Daerah

Penjabat Bupati Disinyalir Takut Evaluasi Proyek Siluman.

Daerah

Akibat, Anggaran Pekerjaan Tidak Dibayar, Pemalangan Jembatan Rakyat Terjadi.

Daerah

Di Tengah Musim Panas, PT Karya Wijaya Distribusi Air ke Rumah Warga dan Puskesmas.

Daerah

Tim Evaluasi Pemekaran Kunjungi Desa Persiapan Sifkam, Warga Sambut Meriah.

You cannot copy content of this page