Home / Daerah / Nasional / Regional

Rabu, 2 Juli 2025 - 08:24 WIB

Sunyi di Gedung Rakyat: Ketika Oposisi Tak Lagi Bersuara.

Rabu, 2 Juni 2025.09:17 WIT.

HAL-TENG – PERS TIPIKOR.IDSuara oposisi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Tengah nyaris tak terdengar. Setidaknya, lima partai politik yang berada di luar lingkar kekuasaan tampak enggan menjalankan fungsi kritisnya terhadap arah kebijakan pemerintah daerah.

Padahal, berbagai persoalan serius bermunculan. Mulai dari hilangnya uang tunai di lingkungan Kantor Bupati, proyek drainase di depan pendopo yang ditinggal begitu saja oleh kontraktor tanpa perbaikan menyeluruh, proyek infrastruktur yang mangkrak, hingga sorotan terhadap riset Nexus. Semua itu seakan berlalu tanpa tekanan politik yang berarti dari barisan oposisi.

Keluhan warga Kota Weda soal krisis air bersih bahkan telah menjadi rutinitas yang terus bergema di media sosial, terutama Facebook. Hampir setiap pekan, masyarakat menyuarakan kekesalan atas layanan dasar yang tak kunjung dituntaskan. Namun, tak ada sikap tegas dari wakil rakyat di luar koalisi penguasa untuk mendorong langkah konkret dari pemerintah daerah.

Padahal, pemerintah memiliki ruang untuk mengambil diskresi—kebijakan sah dalam situasi darurat—termasuk melalui alokasi Belanja Tak Terduga (BTT) demi menjamin pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Sayangnya, tak satu pun anggota oposisi yang mendesak pemerintah agar segera menggunakan kewenangan tersebut.

Dalam sistem demokrasi, keberadaan oposisi bukan sekadar formalitas. Ia adalah penyeimbang kekuasaan. Ketika pemerintah lamban atau abai terhadap penderitaan rakyat, oposisi seharusnya menjadi garda terdepan—mendesak, menginterupsi, bahkan menggugat kebijakan yang tidak berpihak pada kepentingan publik.

Hilangnya daya kritis oposisi di DPRD Halteng menciptakan kekosongan suara yang seharusnya lantang. Ini bukan sekadar kelalaian, melainkan kegagalan dalam menjalankan mandat politik dari rakyat yang telah memilih mereka.

Jika oposisi tak lagi berani bersuara, maka siapa yang akan menjaga akal sehat pemerintahan?

READ  Hindari Provokasi, Kapolres Halteng Minta Warga Tetap Tenang, Soal Tiga Pulau di Pulau Gebe Serahkan ke Pemerintah.

Editorial ini ditulis sebagai bentuk sikap redaksi atas hilangnya daya kritis barisan oposisi dalam menghadapi krisis publik di Halmahera Tengah.

Share :

Baca Juga

Daerah

Dari Gate IWIP ke Pelabuhan Weda, Dokumen Internal Diduga Jadi “Surat Sakti” Angkut Scrap.

Daerah

*Ketika Suara Warga Berhadapan dengan Tambang: Antara Hak, Izin, dan Tuduhan Kriminalisasi*

Daerah

Mantan Kades Yudas Cino: Tuduhan KKN Pemerintah Desa Yeke Sangat Tidak Berdasar.

Daerah

Disinylalir, Pandang Enteng Orang Halmahera Tengah,”Festival Fagogoru Bikin Sasandiri”.

Daerah

TUMBUHKAN RASA PEDULI, “IKATAN ISTRI ANGGOTA DEWAN, SAMBANGI PASIEN DI RSUD WEDA”.

Daerah

Kades Waleh dan Warga Kompak Gelar Aksi Bersih-Bersih.

Daerah

LSM Ampera Desak Kejari Haltim Usut Tuntas Dugaan Korupsi: “Jangan Ada Perlindungan Hukum bagi Pelaku!”.

Daerah

Aneh!!!! Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Dipolisikan.

You cannot copy content of this page