Home / Daerah / Nasional / Regional

Minggu, 22 Juni 2025 - 10:09 WIB

Sudah Keempat Kalinya, SMPN 16 Halmahera Tengah Kembali Tergenang Air.

Ahad, 22 Juni 2025. 11:05 WIT.

HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID – Genangan air kembali merendam SMP Negeri 16 Halmahera Tengah di Desa Sumber Sari, Kecamatan Weda Selatan, pada Minggu dini hari, 22 Juni 2025, sekitar pukul 04.00 WIT. Ini merupakan kali keempat sekolah tersebut mengalami kejadian serupa.

Warga menyebut, banjir yang berulang ini sudah sangat mengganggu aktivitas pendidikan dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan siswa, guru, serta fasilitas sekolah.

“Kami sangat berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah, terutama Dinas Pendidikan. Ini sudah terjadi berulang kali. Jangan menunggu kerusakan parah baru ada tindakan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Genangan yang terjadi kali ini diduga kuat akibat buruknya sistem drainase di sekitar lingkungan sekolah. Jika tak segera dibenahi, potensi kerusakan dan risiko kesehatan semakin besar.

Kepala Dinas Pendidikan Halmahera Tengah saat dikonfirmasi menyatakan bahwa genangan air di SMPN 16 berpotensi mengganggu kegiatan belajar-mengajar dan dapat menyebabkan kerusakan fasilitas hingga menimbulkan dampak kesehatan.

“Karena itu penting segera dilakukan penanganan, seperti pembersihan dan perbaikan drainase. Untuk sementara waktu, sekolah perlu dikeringkan agar aset serta dokumen penting bisa diamankan,” ujarnya. (Editor: Rosa).

READ  PROYEK PEMPROV AMBRUK, TELAH DIKERJAKAN KEMBALI.

Share :

Baca Juga

Nasional

Tim Unhas Hockey Besutan Appa Palinggi Dilepas Abdullah Sanusi  ke Invitasi Hockey Ruangan Mahasiswa UNJ 2022 di Jakarta  

Daerah

Centang Biru, Tak Ada Jawaban: Kadis Perkim Halteng Bungkam soal Temuan BPK Rp1,7 Miliar.

Daerah

Skema Patungan Sabu di Halteng Terkuak, Pers Tipikor.id Kantongi Sejumlah Inisial.

Daerah

Wabup Halteng Tekankan Peran Guru BK Saat Buka Sosialisasi Tahun 2025.

Nasional

51 Tahun KORPRI, Tantangan Dalam Tingkatkan Kesejahteraan ASN

Daerah

Pengerjaan Proyek Dengan Total Pagu Rp.1.5 M Terancam Molor.

Daerah

Stop,”Gaya Politik Indentitas Dan Politik Primordialisme Di Bumi Halmahera Tengah”.

Daerah

HUBUNGAN TERLARANG, DIDUGA DIPERANKAN OKNUM KADES.

You cannot copy content of this page