Senin, 10 November 2025.19:59 WIT.
HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID — Proyek pembangunan saluran air di Desa Sagea, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, menuai sorotan warga. Bukannya membawa manfaat, saluran yang dibangun tepat di depan Kantor Desa Sagea itu justru berubah menjadi kubangan air dan sarang nyamuk.
Saluran dengan panjang sekitar 200 meter dan kedalaman kurang lebih satu meter itu tampak selalu penuh air. Tidak ada aliran keluar, sehingga air hanya menggenang dan menimbulkan bau tak sedap di sekitar area tersebut.
“Proyek ini seharusnya membantu mengalirkan air saat hujan, bukan malah menampung. Kalau begini, jelas perencanaannya tidak sesuai dengan kondisi lapangan,” ungkap salah satu warga setempat yang enggan namanya disebut, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Proyek yang bersumber dari anggaran tahun 2024 itu dinilai gagal secara fungsi. Warga menduga, saat perencanaan tidak dilakukan survei teknis yang memadai untuk melihat arah aliran air dan kemiringan tanah. Akibatnya, saluran tidak bekerja sebagaimana mestinya dan justru menimbulkan genangan permanen.
Padahal, setiap proyek pemerintah seharusnya memberikan dampak positif bagi masyarakat. Namun yang terjadi di Sagea justru sebaliknya — proyek selesai, tetapi hasilnya tidak memberi manfaat dan malah menimbulkan masalah baru bagi lingkungan sekitar.
Warga berharap pemerintah daerah melalui dinas teknis terkait segera turun tangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh. “Kalau dibiarkan, ini bisa jadi sumber penyakit,” tambah warga sumber.
(Editor: Rosa).



