Home / Daerah / Nasional / Regional

Jumat, 17 Oktober 2025 - 08:13 WIB

Soal Proyek RLH Patani Utara, PPK Pastikan Tidak Ada Pengurangan Volume.

Jum’at, 17 Oktober 2025.09:09 WIT.

HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID — Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan Rumah Layak Huni (RLH) Paket 06 di Kecamatan Patani Utara, Yusri Talabuddin, memberikan klarifikasi atas pemberitaan sebelumnya yang menyoroti pelaksanaan proyek tersebut.

Yusri menegaskan bahwa secara teknis seluruh volume pekerjaan sudah sesuai dengan dokumen kontrak. “Untuk volume pekerjaan, tidak ada pengurangan. Hanya saja sebagian volume dari bagian fondasi dan dinding dipindahkan ke bagian belakang. Itu sudah sesuai dengan ketentuan teknis dalam kontrak,” ujarnya dengan tegas.

Selain itu, Yusri juga meluruskan informasi terkait nilai proyek yang tertulis di papan informasi kegiatan. “Nilai yang tercantum pada papan proyek bukan untuk satu paket, melainkan merupakan gabungan dari dua paket pekerjaan. Adapun nilai kontrak untuk RLH Paket 06 sebesar Rp 414.800.000,” jelasnya.

Menurut Yusri, seluruh proses pekerjaan RLH di Patani Utara juga telah melalui tahapan pemeriksaan oleh tim teknis lapangan, mulai dari pengecekan material, fondasi, hingga progres akhir pembangunan. “Setiap tahapan kami awasi bersama tim pengawas. Apabila ada perubahan posisi volume, semuanya harus disesuaikan dengan dokumen kontrak dan berita acara lapangan,” tambahnya.

Ia berharap klarifikasi ini dapat memberikan pemahaman yang benar kepada publik bahwa pekerjaan RLH di wilayah Patani Utara telah dilaksanakan sesuai aturan dan spesifikasi teknis yang berlaku. (Editor: Rosa).

READ  “Paripurna Ke-17 DPRD Halteng, Lima Ranperda Inisiatif Resmi Diserahkan ke Bupati”.

Share :

Baca Juga

Daerah

Publik Desak Polisi Tegas Usut Uang Hilang di Halaman Kantor Bupati.

Daerah

Peduli Kemanusiaan, Komunitas ITFIRIMI Halmahera Tengah Salurkan Bantuan Kepada Warga Terdampak Banjir.

Daerah

Laporan Warga Ditindak! Polsubsektor Bongkar Lokasi Produksi Cap Tikus di Kulo Jaya.

Daerah

Dua Tahun Menjabat, Pjs Kades Gemia Dinilai Gagal — Warga Minta Evaluasi Dana Desa.

Daerah

Di Balik Tambang Kontroversial di Pulau Fau: Nama Shanty Alda Nathalia Jadi Sorotan, Mahasiswa Minta IUP PT. Aneka Niaga Prima Dicabut.

Daerah

Fisik Baru 38 Persen, Dana Cair 100 Persen — Kejati, Polda, Kejari, dan Polres Ditantang Ungkap Otak Pencairan di Dinas PUPR Halteng.

Daerah

Proyek Penimbunan RSUD Weda Tahap 2 Sampai Saat Ini Tak Ada Pengerjaan, Atensi APH Diharapkan.

Daerah

“Semarak Kampung Ramadhan: Petugas Satlantas Sigap Mengatur Arus Lalu Lintas”.

You cannot copy content of this page