Jum’at, 01 November 2024.13:08 WIT.
HAL-TENG PERS TIPIKOR ID.
Kontruksi pembangunan SMP 11 Desa Kotalou Kecamatan Weda Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, dengan menelan dana ratusan juta rupiah diduga tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Berdasarkan keterangan dari tim Pers Tipikor.id setelah melakukan investigasi ke lokasi pembangunan rumah dinas SMP 11, tim menemukan sejumlah kejanggalan. Salah satunya yaitu tidak mematuhi kerangka acuan kerja (KAK), seperti pemasangan ring balok.
Dijelaskan oleh Amat, Kalau dilihat dari nilai anggaran bila dibandingkan dengan pekerjaan yang dilaksanakan di lapangan, ini menjadi dua pertanyaan, apakah pihak Dinas terkait sengaja menggelembungkan Nilai Anggaran (Mark Up) atau pihak rekanan sengaja mengerjakan tidak sesuai dengan RAB dan Spesifikasi?, jelas Amat.
Yang jelas dalam RAB biasanya untuk jenis kontruksi harus sesuai aturan pembangunan kontruksi harus hal tersebut agar tidak mempengaruhi kualitas bangunan dimana harus menopang beban balok dan atap/seng. Akan tetapi kalau seperti ini, maka berpotensi terjadi roboh dan membahayakan, ulas Amat.
Untuk itu, kata Amat, kami meminta dinas terkait dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta tim monitoring harus ekstra melakukan pengawasan jika tidak tentu saja melanggar aturan dan berkonsekwensi terhadap hukum, ungkap Amat.
Bukti lain, saat ini menjadi viral di facebook adalah postingan IR Saway yang mengungkapkan bahwa,
“AKIBAT DARI KONTRAKTOR DADAKAN.
MAKANYA ADA BANGUNAN YG TARA PAKE RING BALOK🥱🥱ATAU MEMANG GAMBARNYA DEMIKIAN?
COBA DINAS PENDIDIKAN LIAT DULU
FOTO INI TAMANG KIRIM .
KET RUMAH DINAS SMP 11 HALTENG.
ORANG TUA-TUA BILANG INI KARJA ANYER .
KALU RLH SEBAGIAN SO TARA BETUL. USAHAKAN YG LAIN TU KASE BETUL.
COLEK
TIPIKORHALTENG.
DINASPENDIDIKANHALTENG.
Amat kemudian menambahkan, DPRD terutama komisi 3 agar menekan ke dinas-dinas terkait sehingga setiap proyek perlu diawasi, sebab saat ini sejumlah kontraktor dadakan jelang Pilkada bergentayangan, jkontraktor saat ini bagi kami tiba saat tiba akal dan abal-abal. Sebab mulai dari tahun 2023 sampai saat ini banyak bukti proyek terbengkalai dan asal jadinya, harapnya.
Ini penting kiranya kami ingatkan, sebab kalau berdampak hukum, masing-masing saling salahkan. Bahkan ada yang mulai panik, dan pucat ketika diperiksa APH, ujarnya. (Rosa).


