Home / Daerah / Nasional / Regional

Selasa, 14 Mei 2024 - 21:00 WIB

Maknai Dan Cerna Secara Baik Pesan Penjabat Bupati Halmahera Tengah.

Edisi, 14 Mei 2024.21:47 WIT.

HAL-TENG PERS TIPIKOR.ID.
Yusuf Hasani, Direktur Maluku Utara Government Watch dan Akademisi di Jakarta, kepada Pers Tipikor. Id lewat sambungan seluler mengatakan, apa yang dipesankan oleh Pj Bupati  lewat pemberitaan media online haliyora.id edisi 13 Mei 2024, artinya Bupati mengingatkan kepada masyarakat agar memilih pemimpin yang tepat, apapun kejadiannya akan kembali ke kwalitas. Orang yang tidak memiliki kompentsi akan tergusur dengan sendirinya.

Kata pria yang menjabat sebagai
Direktur Maluku Utara Government Watch dan Akademisi di Jakarta, “intinya masyarakat harus melihat sisi positif, apa yang disampaikan oleh Pj Bupati, sebenarnya dia (Pj Bupati) ingin mengatakan bahwa, siapapun calon silahkan saja, asal memberikan yang terbaik untuk Halmahera Tengah. Disisi lain kami juga melihat ada gestur dari Pj Bupati kepada masyarakat, agar cerdas dalam memilih pemimpin, sehingga Halmahera Tengah jauh lebih maju dari daerah lain yang ada di Maluku utara, jelasnya.

Kemudian ia menambahkan  setiap pemimpin di daerah harus punya visi yang mencerminkan kearifan lokal. Dan kalau bicara primordial tanpa kwalitas. Seperti Kata Orang Melayu, Hentak-Hentak Bumi Jalan Ditempat. Padahal, kita harus berpacu untuk daerah maju lebih baik dari pada sebelumnya.

Ia kemudian mencontohkan kepemimpinan Anis Baswedan saat memimpin Jakarta, dia begitu inovatif dan dia mau mendengar saran dari berbagai macam aspek, pada akhirnya dia berhasil di Jakarta.

Ketika ditanyakan terkait dengan isu politik identitas, seperti pada Pilkada 2017 silam yang akhirnya mencedrai demokrasi, dengan dibandingan saat ini akumulasi pencari kerja yang lebih dominan, ia mengatakan, oh ya itu harus lebih ditekankan agar tidak lagi terjadi. Ia mencontohkan, Ternate itu kota terbuka, orang Ternate juga pernah kalah di Ternate. Artinya sesuai dengan perkembangan dan kemajuan Halmahera Tengah masyarakat Weda dan Patani harus siap menerima itu, artinya Halmahera Tengah itu kota terbuka sebagaimana kota ternate. Maka bersainglah secara sehat dengan meningkatkan kwalitas diri.

READ  Pemkab Halmahera Tengah Serahkan SK Kepala Sekolah di Weda Selatan, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan

Oleh karena itu, Ia menekankan, “pemimpin siapapun yang masuk di Halmahera Tengah dan Maluku Utara pada umumnya harus mengedepankan kearifan lokal sebagai filosofi pembangunan, artinya bukan orangnya tapi nilai-nilai kearifan lokal yang diperjuangkan. Karena itu lebih bermakna, dari pada orang kita lantas melupakan itu”.

Masyarakat juga harus bisa menterjemahkan apa itu Fagogoru, hakekat dari Fagogoru itu apa. Karena Halmahera Tengah saat ini terbuka dengan berbagai suku (Multikultur) sebagaimana kota Ternate, maka kedepankan kearifan lokal sebagai filosofi pembangunan atau dalam kehidupan bermasyarakat, itu intinya, karena ini bicara nilai bukan orang, jadi pilihlah pemimpin yang mau melaksanakan filosofi sebagai hakekat dari fagogoru, tutupnya mengakhiri. (Rosa).







Share :

Baca Juga

Daerah

Terungkap, Percakapan Digroup WhatsApp, Bawaslu Diminta Tindaklanjuti.

Daerah

Kajari Halmahera Tengah Ingatkan Para Kades Tidak Terlibat Tindak Pidana Korupsi Dana Desa.

Daerah

Puluhan Guru di Halmahera Tengah Mengikuti pelatihan Master Trainer

Daerah

Pohon Tumbang di Jalan Raya, Lalu Lintas Sempat Macet.

Daerah

Ketua Bawaslu; “Hindari Politik Uang, Politik Uang Cedrai Demokrasi”.

Daerah

Terendus Proyek Preservasi Jalan Weda-Sagea, 5Diduga Ada Campur Tangan Bupati

Daerah

Pelayanan RSUD Weda Menuju Akreditasi Dinilai Bobrok.

Daerah

PULUHAN PEMUDA PNU WERE BERSIHKAN SALURAN DAN TUMPUKAN SAMPAH.

You cannot copy content of this page