Rabu, 23 Juli 2025.15:12 WIT.
HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID –Proyek fisik di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Weda yang telah berlangsung lebih dari satu bulan terindikasi kuat sebagai proyek siluman. Tidak ada papan nama proyek. Tidak ada keterangan nilai anggaran. Tidak ada identitas kontraktor. Yang ada hanya aktivitas pembangunan yang dibiarkan berjalan tanpa pengawasan terbuka.

Pantauan lapangan Pers Tipikor.id, Rabu (23/7) pukul 12.43 WIT, memastikan tidak ditemukan satu pun papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Fakta ini menandakan adanya pelanggaran terang-terangan terhadap regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Saat dikonfirmasi, salah satu pengawas di lapangan menolak memberi penjelasan. Jawaban yang dilontarkan hanya satu kalimat pendek: “Nanti tanya ke pihak PUPR saja.”Sikap ini bukan hanya bentuk pembiaran, tapi juga dugaan pengalihan tanggung jawab yang seharusnya tidak bisa ditolerir dalam proyek publik bernilai miliaran rupiah.

Pemasangan papan proyek adalah kewajiban hukum, bukan sekadar formalitas. Ketidakhadirannya merupakan bentuk pengaburan informasi yang bertentangan dengan Perpres No. 54 Tahun 2010 dan prinsip keterbukaan pengelolaan keuangan negara. Tidak ada informasi, berarti publik sengaja dibutakan dari haknya untuk mengawasi.

Lebih parah lagi, hingga berita ini diterbitkan, Kadis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Halmahera Tengah belum memberikan klarifikasi. Diamnya instansi ini hanya mempertebal dugaan bahwa ada sesuatu yang sedang ditutupi.
Proyek tanpa papan informasi bukan pelanggaran ringan—ini adalah indikasi kejahatan anggaran. Aparat penegak hukum, baik Inspektorat, Kejaksaan maupun Kepolisian, wajib turun tangan memeriksa proyek ini dari hulu ke hilir. Jangan tunggu laporan resmi jika pelanggaran sudah di depan mata.
Jika proyek ini dibiarkan, maka Halmahera Tengah sedang menuju situasi di mana uang negara bisa dihambur-hamburkan tanpa jejak, tanpa kontrol, dan tanpa konsekuensi.
Papan proyek yang hilang, bisa jadi awal dari anggaran yang ikut ‘hilang’. (Editor: Rosa)

