Ahad, 21 Juni 2026.22:29 WIT.
HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID – Pemasangan kabel listrik bertegangan tinggi yang dilakukan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) untuk mendukung operasional PDAM Tirta Halmahera Tengah menuai keluhan dari warga Desa Fidi Jaya, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah.
Keluhan tersebut disampaikan oleh Ibrahim Layn, salah satu pemilik kebun yang lahannya terdampak langsung oleh pekerjaan instalasi kabel. Ia menilai pemasangan kabel dilakukan tanpa koordinasi maupun persetujuan dari pemilik lahan, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat.
Menurut Ibrahim, kabel yang semestinya ditanam di bawah tanah justru dipasang melintang di atas permukaan lahan perkebunan miliknya. Kondisi itu dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas di kebun, tetapi juga berpotensi membahayakan warga yang beraktivitas di sekitar lokasi.
“Saya mendukung pembangunan untuk kepentingan masyarakat, termasuk penyediaan air bersih oleh PDAM. Namun pelaksanaannya harus tetap memperhatikan hak-hak masyarakat dan aspek keselamatan. Jangan sampai pembangunan justru menimbulkan risiko bagi warga,” ujar Ibrahim kepada Pers Tipikor.id.
Ia mengaku hingga saat ini tidak pernah menerima pemberitahuan resmi maupun ajakan berdiskusi dari pihak perusahaan terkait penggunaan lahannya sebagai jalur instalasi kabel listrik.
Atas kondisi tersebut, Ibrahim meminta PT IWIP segera melakukan perbaikan terhadap instalasi kabel agar sesuai dengan standar keselamatan yang berlaku. Menurutnya, kabel bertegangan tinggi seharusnya ditanam di bawah tanah atau dilengkapi sistem pengaman yang memadai guna menghindari risiko kecelakaan listrik.
Selain meminta perbaikan instalasi, ia juga mendesak adanya dialog terbuka antara PT IWIP, PDAM Tirta Halmahera Tengah, pemerintah desa, dan warga yang terdampak. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara musyawarah dan tidak menimbulkan konflik di kemudian hari.
“Kami tidak menolak pembangunan. Yang kami minta adalah penghormatan terhadap hak masyarakat dan jaminan keselamatan bagi warga yang setiap hari beraktivitas di sekitar lokasi,” tegasnya.
Warga juga berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui instansi teknis terkait dapat melakukan pemeriksaan lapangan untuk memastikan instalasi yang dibangun telah memenuhi standar keselamatan dan ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT IWIP belum bisa dikonfirmasi terkait keluhan yang disampaikan warga tersebut.(Editor: Rosa).


