Rabu, 26 November 2025.22:46 WIT.
HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID — Upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di wilayah Maluku Utara kembali diperkuat melalui pelatihan terpadu yang digelar oleh KOREM 152/Babullah sebagai penyelenggara dan Kodim 1512/Weda sebagai pelaksana. Kegiatan berlangsung di Desa Gemaf, Kecamatan Weda Utara, dan melibatkan berbagai unsur instansi daerah, mulai dari BPBD Halmahera Tengah, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, Tagana, Satpol PP, hingga Polres Halmahera Tengah.
Selama pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian latihan penanggulangan bencana dengan skenario nyata, mencakup simulasi penanganan banjir, kebakaran permukiman, evakuasi korban, hingga koordinasi lintas instansi dalam situasi darurat. Program ini bertujuan memperkuat kecepatan respons, meningkatkan kemampuan teknis, serta memastikan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana di Halmahera Tengah dan sekitarnya.
Hari terakhir latihan difokuskan pada tahap pencarian, pertolongan, dan penyelamatan korban terdampak, dengan lokasi simulasi utama di Sungai Saloi dan sekitarnya di Desa Woekob. BPBD Halmahera Tengah mengerahkan personel lengkap dan menyediakan dua unit LCR (Light Craft Rubber/Perahu Karet), didukung TNI, Satpol PP, tenaga medis, dan kepolisian, sehingga simulasi berjalan maksimal sesuai standar penanganan darurat.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan unsur pelayanan kedaruratan lainnya. Setiap instansi berperan sesuai kapasitasnya, sehingga pola penanganan dapat terintegrasi secara efektif di lapangan.
Setelah seluruh rangkaian latihan selesai, kegiatan secara resmi ditutup oleh Danrem 152/Babullah, Brigjen TNI Enoh Solehudin, S.E., menandai berakhirnya sesi sekaligus menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kesiapsiagaan bencana di tingkat daerah maupun nasional.
Plt Kalaksa BPBD Halmahera Tengah, Muhlis Tahir, menyampaikan bahwa pihaknya akan menyusun laporan resmi tentang rangkaian Apel Kesiapsiagaan Hidrometeorologi dan simulasi penanggulangan bencana ini kepada Bupati Halmahera Tengah, yang kemudian diteruskan kepada Gubernur Maluku Utara sebagai bentuk pertanggungjawaban dan evaluasi kesiapsiagaan daerah menghadapi puncak musim hujan.
Melalui kegiatan ini, TNI bersama seluruh stakeholder daerah diharapkan semakin solid dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang cepat, terukur, dan terkoordinasi, sebagai bagian dari penguatan mitigasi di wilayah rawan bencana Maluku Utara. (Editor: Rosa).







