Selasa, 3 November 2026. 13:15 WIT.
HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID — Pembangunan saluran air atau selokan di kawasan Trans SP 2 Waleh, Dusun III, Desa Yeke, Kecamatan Weda Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, menjadi sorotan warga. Material batu yang digunakan dalam pekerjaan tersebut dipertanyakan kualitasnya karena dinilai belum meyakinkan untuk menjamin kekuatan dan ketahanan konstruksi.
Sorotan ini disampaikan Muhammad Al-Maskad, salah satu warga SP 2 yang akrab disapa Pak MO. Ia menilai kualitas material dalam pembangunan infrastruktur perlu mendapat perhatian serius, sebab bahan yang digunakan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kokoh atau tidaknya suatu bangunan.
Bagi warga, pembangunan saluran air tidak cukup hanya dilihat dari keberadaan bangunan fisik. Pekerjaan tersebut harus dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, menggunakan material yang memenuhi persyaratan, serta memiliki kualitas konstruksi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Persoalannya bukan sekadar apakah selokan dibangun, melainkan apakah material yang digunakan benar-benar memenuhi standar kualitas.
Apabila material tidak sesuai spesifikasi teknis, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kekuatan dan daya tahan bangunan. Karena itu, dugaan mengenai kualitas material batu yang disoroti warga perlu dijawab melalui pemeriksaan teknis, bukan dibiarkan menjadi tanda tanya di tengah masyarakat.
Selain menyoroti material, warga berencana mengecek papan informasi proyek untuk memastikan identitas pekerjaan dan memperoleh kejelasan mengenai sumber anggaran, nilai kontrak, pelaksana, serta pihak yang bertanggung jawab atas pengawasan.
Langkah ini penting karena masyarakat berhak mengetahui informasi dasar pembangunan infrastruktur di lingkungan mereka.
Transparansi diperlukan agar pekerjaan dapat dipantau dan pelaksanaannya dipastikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan foto papan proyek yang diterima redaksi, tercantum paket Pembangunan Jalan Ruas Trans Waleh–Simpang Yeke dengan nilai kontrak sebesar Rp42.084.818.000, bersumber dari APBN tahun anggaran 2025–2026, dengan waktu pelaksanaan 357 hari kalender.
Papan tersebut mencantumkan PT Lasisco Haltim Raya sebagai penyedia dan PT Manggalakarya Bangun Sarana KSO CV Techno Consultans sebagai konsultan supervisi.
Namun, informasi pada papan tersebut merujuk pada paket pembangunan jalan. Hubungan paket tersebut dengan pembangunan saluran air di Trans SP 2 Waleh belum dapat dipastikan. Oleh sebab itu, identitas pekerjaan saluran air, nilai anggaran, serta pihak pelaksana dan pengawasnya masih perlu diverifikasi melalui dokumen yang relevan.
Kejelasan ini penting agar informasi mengenai pembangunan jalan tidak serta-merta dianggap sebagai informasi mengenai pekerjaan saluran air yang sedang disoroti warga.
Pengawasan Jangan Hanya Formalitas, Kualitas Harus Dibuktikan
Penggunaan material dalam pekerjaan konstruksi semestinya mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Pihak pelaksana berkewajiban mengerjakan pekerjaan sesuai persyaratan, sedangkan pengawasan teknis diperlukan untuk memastikan mutu material dan hasil konstruksi memenuhi ketentuan.
Karena itu, sorotan warga terhadap material batu tersebut perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan langsung. Jika diperlukan, pengujian teknis dapat dilakukan untuk mengetahui apakah material yang digunakan memenuhi persyaratan pekerjaan.
Langkah tersebut penting untuk menghindari kesimpulan sepihak sekaligus memastikan bahwa persoalan kualitas dijawab berdasarkan fakta di lapangan.
Jangan sampai pembangunan hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, sementara mutu material dan ketahanan bangunan tidak mendapat perhatian yang semestinya. Infrastruktur yang dibangun harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar terlihat selesai.
Hingga berita ini diterbitkan, Pers Tipikor. Id belum memperoleh hasil pemeriksaan teknis independen yang dapat memastikan apakah material batu tersebut memenuhi atau tidak memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan.
Identitas paket pekerjaan saluran air juga masih perlu dipastikan melalui pengecekan papan proyek dan dokumen terkait.
Pers Tipikor.id membuka ruang bagi pihak pelaksana, konsultan pengawas, maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan mengenai spesifikasi material, identitas pekerjaan, sumber anggaran, dan mekanisme pengawasan yang diterapkan.
Sebab, pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran negara harus mengutamakan mutu, transparansi, dan pertanggungjawaban. Ketika kualitas material dipertanyakan warga, pemeriksaan dan penjelasan terbuka menjadi langkah penting untuk memastikan persoalan tersebut memperoleh jawaban yang objektif.
(Editor: Rosa)






