Rabu, 6 Agustus 2025. 22:49 WIT.
HAL-TENG – PERS TIPIKOR.ID – Proyek pembangunan drainase di Desa Maliforo, Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, menuai sorotan tajam dari warga. Pasalnya, bagian drainase yang mengalami kerusakan parah justru tidak diperbaiki. Sebaliknya, pengerjaan proyek dilakukan di lokasi lain yang menurut warga bukan merupakan titik kerusakan.

Informasi yang dihimpun Pers Tipikor.id dari salah satu warga melalui pesan WhatsApp mengungkapkan bahwa drainase tersebut dibangun pada tahun 2024, namun hingga kini bagian yang ambruk tidak kunjung diperbaiki.

“Drainase yang ambruk tidak diperbaiki, malah dikerjakan di tempat lain yang tidak bermasalah,” ungkap warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Rabu (6/8/2025.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Yadin selaku pihak pelaksana proyek membenarkan bahwa drainase yang dibangun pada tahun 2024 memang mengalami kerusakan. Ia mengklaim telah berkoordinasi dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) terkait kondisi tersebut.
“Memang benar drainase itu ambruk. Kami sudah konfirmasi ke Dinas, dan penyampaiannya adalah proyek tersebut bisa dipindahkan, asalkan tetap sesuai nomenklatur dan masih dalam wilayah Desa Maliforo. Karena itu, kami melanjutkan pengerjaan di lokasi lain yang masih berada di desa yang sama,” jelas Yadin.
Terkait statusnya sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang disampaikan warga kepada Pers Tipikor.id
Yadin menjelaskan bahwa saat proyek tersebut dikerjakan, dirinya belum berstatus P3K.
“Saya baru resmi menjadi P3K pada bulan Mei 2025, setelah proyek ini selesai dikerjakan,” tegas Yadin.
Proyek drainase tersebut saat ini telah selesai dikerjakan, meskipun titik awal yang mengalami kerusakan belum disentuh perbaikan. (Editor: Rosa)




