Home / Daerah / Nasional / Regional

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 00:09 WIB

SANG ARSITEK ITU TELAH PERGI.

oleh : Abd. Rahim Odeyani

(Warga Weda Halmahera Tengah)

Sabtu, 15 Agustus 2026. 01:06 WIT

HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID – Jumat malam, 14 Agustus 2026, tepat pukul 23.20 WIT, keheningan malam mendadak pecah. Handphone saya berdering, membawa gelombang berita duka yang beruntun di grup-grup WhatsApp. Kabar itu datang dari Kota Makassar, menghujam hati dengan rasa kehilangan yang teramat dalam, seorang tokoh besar asal Fagogoru, Maluku Utara, telah berpulang ke Rahmatullah.

Perjalanan hidup seorang pemimpin sejati sering kali diibaratkan seperti sebuah cetak biru arsitektur, bermula dari garis-garis rencana yang sederhana, ditarik dengan ketekunan, hingga akhirnya berdiri kokoh menjadi karya nyata yang dirasakan manfaatnya.

Begitulah rekam jejak pengabdian Ir. H. M. Al Yasin Ali, M.M.T. seorang birokrat, teknokrat, dan politikus yang mewakafkan sebagian besar napas hidupnya untuk tanah Maluku Utara.

Lahir di Weda, Halmahera Tengah, pada 25 Mei 1958, ia ditempa dalam kesederhanaan. Jiwa perantaunya telah menyala sejak belia, ketika ia melangkah jauh ke Ambon untuk menimba ilmu di Sekolah Teknik Negeri (STN) 1 Ambon. Semangat belajarnya terus merajut asa hingga ia menempuh pendidikan strata satu (S1) di Kota Makassar, dan memperdalam ilmu tekhnik sipil di kota yang sama.

Latar belakangnya sebagai seorang arsitek membawanya mengabdi di dunia birokrasi, dimulai dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Halmahera Tengah pada tahun 1990.

Etos kerja yang jujur dan kedisiplinan yang tinggi mengantarkannya menapaki posisi strategis dari Kepala Seksi Penyehatan Dinas PU, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, hingga memimpin Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Di ruang-ruang kerja itulah naluri perencananya diuji, merajut asa dan menata fondasi pembangunan infrastruktur demi mengangkat harkat martabat masyarakat setempat. Panggilan cinta pada tanah kelahiran membawanya turun ke gelanggang pengabdian politik.

READ  Satu Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran, Ponpes Darul Hunafa Beri Apresiasi dan Dukungan.

Masyarakat Halmahera Tengah menyambutnya dengan tangan terbuka, mempercayainya memegang tampuk kepemimpinan sebagai Bupati selama dua periode (2007–2017).

Sikap visioner dan keberaniannya langsung terlihat saat ia terpilih pada Pilkada 2007. Ia dengan tegas meminta agar prosesi pelantikannya dilaksanakan di Kota Weda, sebuah langkah simbolis yang berani meskipun pada saat itu kota tersebut masih sangat minim fasilitas dan infrastruktur sebagai sebuah ibukota kabupaten. Keputusan itu menjadi tonggak sejarah yang memaksa percepatan pembangunan di sana.

Di tengah keterbatasan anggaran yang mendera, ia membuktikan kapasitasnya sebagai arsitek sejati. Dengan kesabaran luar biasa, ia memindahkan seluruh aktivitas pemerintahan dari Soa Sio ke Kota Weda, membangun pusat pemerintahan baru dari nol, serta menata wilayah tersebut menjadi kota yang tertib, bersih, dan fungsional. Konektivitas wilayah dan pusat-pusat aktivitas publik ia dirikan perlahan, batu demi batu, demi senyum dan kesejahteraan rakyatnya.

Di balik setiap keteguhan langkah dan ketulusan pengabdiannya itu, senantiasa berdiri seorang istri tercinta—penyokong jiwa yang setia mendampingi dan menguatkan di setiap dinamika badai kehidupan.

Pengabdiannya tak pernah surut. Langkahnya terus mendaki ke tingkat provinsi ketika ia dipercaya mendampingi Abdul Gani Kasuba sebagai Wakil Gubernur Maluku Utara periode 2019–2024. Di tengah gelombang dinamika pemerintahan yang begitu kompleks, ia berdiri sebagai penjaga stabilitas birokrasi, bahkan dengan gagah berani mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur demi memastikan roda pemerintahan tetap berdenyut demi rakyat.

Kini… sang arsitek pembangunan itu telah pergi untuk selamanya.

Masyarakat adat Fagogoru, dan kita semua yang mencintainya, tentu merasakan kepedihan yang mendalam. Raga boleh lelah dan beristirahat dalam keabadian, namun setiap goresan rencana, setiap tetes keringat, dan setiap jejak pengabdianmu akan abadi menjadi mercusuar penuntun bagi kami, generasi penerus, untuk melanjutkan cita-cita kemajuan di bumi Moloku Kie Raha tercinta.

READ  Devi Dodi Diantoro Tegaskan Pengawasan Jalan Hotmix Weda Selatan, Pemadatan Dinilai Belum Maksimal.

Selamat jalan, Kakakku, selamat jalan Pamanku orang baik. Kami begitu mencintaimu, tetapi kami yakin, Allah jauh lebih mencintaimu.

(Editor: Rosa).

Share :

Baca Juga

Daerah

Uang Rakyat Hangus di Jalan Rusak: BPK Temukan Kebocoran Rp.1,48 Miliar.

Daerah

Istri Kades Woekob Bakal Dipolisikan.

Daerah

Gakkumdu Terus Dalami Dugaan Tindak Pidana Pemilu.

Daerah

APARAT PENEGAK HUKUM DI MINTA PERIKSA KONTRAKTOR DAN PPK.

Daerah

12 Putra Putri Terbaik Daerah Halmahera Tengah Resmi Ambil Formulir Pendaftaran.

Daerah

Pemda Halteng Diminta Perjelas Status Tanah Lopon.

Daerah

Wow!!!!! Koalisi Mahasiswa Maluku Utara Bombardir Sejumlah Kasus Di KPK.

Daerah

Penggunaan Batuan Ilegal pada Proyek Rp5 Miliar, Mulai Tahap Fondasi.

You cannot copy content of this page