Rabu, 5 Agustus 2026.15:30 WIT.
HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID – Hasil pantauan Pers Tipikor.id bersama Kabarhalmahera.com pada 5 Agustus di Dusun Lukulamo, Desa Lelilef Woebulen, Kecamatan Weda Tengah, menemukan pemandangan yang berbeda dari biasanya. Di kawasan tersebut berdiri sebuah bangunan pasar yang dibangun oleh salah satu pengusaha lokal dan langsung menarik perhatian masyarakat.
Keberadaan pasar itu dinilai menghadirkan wajah baru bagi kawasan perdagangan. Selain terlihat lebih tertata, bangunan tersebut juga menciptakan suasana yang nyaman bagi pedagang maupun masyarakat yang datang berbelanja. Area pasar tampak bersih, rapi, dan tidak memberikan kesan kumuh sebagaimana yang sering ditemukan di sejumlah lokasi perdagangan lainnya.
Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan keberadaan sejumlah bangunan kios liar di sepanjang ruas jalan sekitar yang dinilai masih berdiri secara semrawut. Beberapa di antaranya bahkan menutupi saluran drainase sehingga dikhawatirkan menghambat aliran air dan memperburuk kondisi lingkungan.
Salah seorang pedagang ikan, Ode, mengaku keberadaan pasar yang lebih tertata sangat membantu aktivitas para pedagang.
“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya pasar ini. Kondisinya lebih nyaman untuk berjualan. Yang membuat kami sedikit resah justru bangunan kios di sepanjang jalan yang terlihat kumuh, kotor, bahkan ada yang menutupi saluran air. Kalau bisa, itu juga ditata supaya lingkungan menjadi lebih baik,” ujarnya.
Menurutnya, penataan kawasan perdagangan bukan hanya soal keindahan, tetapi juga berkaitan dengan kenyamanan, kebersihan, dan keselamatan masyarakat yang setiap hari beraktivitas di lokasi tersebut.
Hal senada disampaikan Rinto, pedagang ikan lainnya. Ia menilai pembangunan pasar menjadi contoh bahwa kawasan perdagangan dapat dibangun dengan lebih tertib tanpa mengurangi aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kalau semua ditata seperti ini tentu lebih enak dipandang. Pembeli juga merasa nyaman datang berbelanja. Kami berharap pemerintah desa, pemerintah kecamatan, hingga Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dapat memberikan perhatian serius terhadap penataan kios-kios yang masih semrawut agar kawasan ini menjadi pusat perdagangan yang bersih, aman, dan tertib,” kata Rinto.
Para pedagang berharap penataan tidak berhenti pada pembangunan pasar semata, tetapi juga menyentuh seluruh kawasan perdagangan di Dusun Lukulamo. Mereka meyakini lingkungan yang tertata akan meningkatkan kenyamanan masyarakat, memperlancar aktivitas ekonomi, sekaligus menciptakan wajah kawasan yang lebih modern dan layak sebagai salah satu pusat perdagangan di Halmahera Tengah.
Hingga berita ini diturunkan, para pedagang berharap aspirasi tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah desa, pemerintah kecamatan, maupun Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah agar penataan kawasan perdagangan dilakukan secara menyeluruh tanpa mengabaikan kepentingan para pelaku usaha kecil. (Editor: Rosa).




