Rabu, 17 Juni 2026.02:42 WIT
HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID – Hilangnya sekitar satu ton material tembaga milik sebuah perusahaan yang diketahui pada Selasa (16/6/2026) menimbulkan tanda tanya besar. Selain memicu penelusuran internal, peristiwa tersebut juga memunculkan dugaan adanya keterlibatan sejumlah oknum dalam raibnya material bernilai tinggi itu.
Informasi yang dihimpun Pers Tipikor.id menyebutkan, hilangnya tembaga tersebut menjadi sorotan karena jumlahnya yang tidak sedikit. Peristiwa ini juga memunculkan pertanyaan mengenai sistem pengamanan dan pengawasan material di lingkungan perusahaan.
Material tembaga yang diketahui hilang mencapai sekitar satu ton. Jumlah tersebut dinilai cukup besar sehingga sulit dianggap sebagai kejadian biasa. Apalagi, tembaga merupakan material yang pergerakannya umumnya berada dalam pengawasan yang ketat.
Sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut menyebutkan bahwa hilangnya material itu diduga tidak terlepas dari adanya pihak-pihak tertentu. Dugaan keterlibatan oknum pun mulai mencuat seiring besarnya volume material yang dilaporkan hilang.
“Jumlahnya cukup besar. Sulit dipercaya jika kejadian ini terjadi tanpa ada pihak yang mengetahui. Karena itu muncul dugaan adanya permainan oknum dalam kasus hilangnya material tersebut,” ungkap salah satu sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Untuk menelusuri informasi tersebut, Pers Tipikor.id melakukan penelusuran ke sejumlah lokasi penampungan barang bekas dan pengepul di Kota Weda. Namun hingga saat ini, belum ditemukan adanya jejak ataupun informasi terkait keberadaan tembaga yang dilaporkan hilang tersebut.
Raibnya material dalam jumlah besar itu juga menyoroti aspek pengawasan aset perusahaan. Sebab, material dengan volume mencapai satu ton tidak mudah berpindah tanpa adanya aktivitas pengangkutan maupun pihak-pihak yang mengetahui proses pergerakannya.
Pers Tipikor.id masih terus melakukan penelusuran terhadap keberadaan tembaga tersebut.Kasus ini kini menjadi perhatian karena menyangkut hilangnya aset perusahaan dalam jumlah besar.
(Editor: Rosa).



