Home / Daerah / Nasional / Regional

Senin, 13 Oktober 2025 - 22:07 WIB

Warga Sagea Kiya Masih Bertahan di Area PT MAI: Achun Tegaskan Tuntutan Ganti Rugi dan Desak Pencabutan Izin Perusahaan.

Senin, 13 Oktober 2025.23:05 WIT.

HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID — Hingga malam ini, suasana di area perusahaan PT MAI yang berlokasi di Desa Sagea Kiya, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, masih dipenuhi ketegangan yang belum sepenuhnya reda.

Sejumlah warga tetap bertahan di sekitar area operasional perusahaan tambang tersebut. Mereka menegaskan bahwa aksi ini akan terus berlanjut hingga pihak perusahaan bertanggung jawab atas perusakan dua mobil milik warga dan klaim lahan yang terdampak aktivitas perusahaan.

Aksi malam ini merupakan lanjutan dari insiden pada Minggu (12/10/2025), ketika alat berat ekskavator milik PT MAI diduga digunakan untuk merusak dua unit mobil warga. Insiden itu memicu kemarahan masyarakat yang menilai perusahaan bersikap arogan dan tidak menghormati proses mediasi yang sudah berulang kali dilakukan.

Salah satu tokoh pemuda Sagea Kiya, Achun, menjadi salah satu yang konsisten berada di garis depan aksi. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak akan mundur selangkah pun sebelum ada kejelasan dan tanggung jawab dari pihak perusahaan.

“Aksi ini sudah berulang kali dimediasi, tapi tidak ada hasil. Kami tetap menuntut ganti rugi dua unit mobil yang dirusak dan mendesak pemerintah daerah segera mencabut izin PT MAI,” tegas Achun di lokasi aksi, Senin (13/10/2025) malam.

Menurutnya, aksi warga bukan sekadar reaksi emosional, melainkan bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan yang dibiarkan berlarut.

“Bukan hanya soal mobil, tapi ini tentang harga diri warga Sagea Kiya yang sudah lama bersabar. Kalau perusahaan tidak bisa menghargai kami, lebih baik izin mereka dicabut saja,” ujarnya.

Di sisi lain, sejumlah personel Kepolisian dan TNI tetap berjaga untuk menjaga situasi agar tetap kondusif.

READ  Hering Aliansi Masyarakat Pulau Gebe dan PT Karya Wijaya Bahas Tuntutan Ganti Rugi Tanaman.

Kendati suasana di lapangan terpantau kondusif, ketegangan masih terasa kuat. Warga memilih bertahan, menunggu langkah nyata dari perusahaan maupun pemerintah daerah untuk menindaklanjuti tuntutan mereka. (Editor: Rosa).

Share :

Baca Juga

Daerah

PDI Perjuangan Halmahera Tengah Matangkan Persiapan Konfercab, Tegaskan Konsolidasi Struktur Hingga Akar Rumput.

Daerah

Camat Weda Tengah Ingatkan Warga: Jangan Sembarangan Membakar, Ancaman Kebakaran Mengintai.

Daerah

Pimpin Sosialisasi PIP 2025, Kabid Dikdas Halteng Minta Sekolah Jaga Integritas Penyaluran Bantuan.

Daerah

Partai NasDem Halmahera Tengah, “Birukan Ribuan Simpatisan Dilapangan Batu Dua”.

Daerah

Nelayan Keluhkan Lintasan Tongkang di Perairan Sagea, Dinas Perhubungan dan KUPT Tanggapi Positif.

Daerah

NGERI!!!!!!!!TAHUN 2022, “ADA LAGI BUKTI PROYEK PENINGKATAN GOR (PAKET 2)”.

Daerah

Tunda Layanan karena Kegiatan, Pihak RSUD Weda Dinilai Abaikan Hak Pasien.

Daerah

Dugaan Percobaan Penculikan Anak Gegerkan Warga Desa Waleh.

You cannot copy content of this page