Selasa, 3 Juni 2025. 12:30 WIT.
HAL-TENG PERS TIPIKOR.ID – Para nelayan di Desa Sagea, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, mengeluhkan aktivitas kapal tongkang yang melintasi perairan wilayah tangkap tradisional mereka. Aktivitas tersebut dinilai mengganggu kenyamanan melaut dan mengancam kelestarian lingkungan laut.
Keluhan para nelayan tidak hanya menyangkut potensi pencemaran, tetapi juga maraknya lalu lintas kapal tambang yang kian padat dan dinilai membahayakan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat pesisir.
“Kami minta agar kenyamanan nelayan tidak terganggu oleh lintasan kapal tongkang,” tulis Achun, perwakilan nelayan Desa Sagea, melalui pesan WhatsApp kepada Pers Tipikor.id.
Achun menyampaikan bahwa mereka telah merekam aktivitas tongkang yang melintas sangat dekat dengan wilayah tangkap. Video tersebut dijadikan bukti bahwa lalu lintas kapal tambang di sekitar Sagea kini semakin intens, bahkan kerap melewati jalur-jalur yang sebelumnya digunakan sebagai spot utama memancing.
Ia juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap keberadaan kapal-kapal besar yang sering berlabuh di sekitar Gunung Kawinet hingga perairan Lelilef, yang menurutnya berpotensi merusak ekosistem laut, terutama terumbu karang.
“Kami khawatir terumbu karang akan rusak. Padahal itu tempat kami cari ikan,” ungkap Achun.
Sebagai perwakilan masyarakat nelayan, Achun berharap agar Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui dinas teknis terkait segera melakukan kajian, penertiban, dan pengaturan lalu lintas laut di wilayah tersebut.
“Kami hanya ingin ada kepastian dan perlindungan agar laut kami tetap lestari dan nelayan bisa mencari nafkah dengan aman,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Halmahera Tengah, Edi Muhammad, menyatakan pihaknya mendukung penuh aspirasi masyarakat nelayan dan berkomitmen untuk mengambil langkah tindak lanjut.
“Pada prinsipnya kami tidak menghendaki hal itu terjadi. Kami juga menginginkan kenyamanan nelayan tidak terganggu dengan aktivitas kapal-kapal yang melintas,” ujar Edi saat diwawancarai.
Ia menambahkan bahwa Dinas Perhubungan akan segera berkoordinasi dengan pihak KUPT guna menertibkan lalu lintas laut di perairan Sagea.
“Wilayah tersebut adalah salah satu sumber kehidupan para nelayan. Kita semua harus serius menata agar pengaturan lalu lintas laut lebih tertib dan aman,” tambahnya.Edi juga menyampaikan apresiasi kepada warga nelayan atas pelaporan yang telah dilakukan.
“Kami ucapkan terima kasih kepada warga, khususnya para nelayan, yang telah memberikan laporan. Ini menjadi perhatian dan tanggung jawab kami bersama,” tutupnya.
Sementara itu, Fahri Arfa dari KUPT Perhubungan menyampaikan bahwa laporan masyarakat menjadi dasar penting bagi mereka untuk melakukan evaluasi dan tindakan.
“Keluhan masyarakat harus menjadi perhatian dan ditindaklanjuti. Kami akan mengarahkan kapal-kapal tersebut agar melintas agak jauh dari bibir pantai,” jelas Fahri.
Ia menekankan pentingnya respon cepat terhadap laporan warga sebagai bagian dari tanggung jawab pelayanan publik.
“Kami juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama masyarakat yang telah mengontrol dan mengingatkan kami. Ini bentuk kemitraan yang harus terus dijaga,” tutup Fahri. (Editor: Rosa)



