Kamis, 20 Maret.17:28. WIT.


HAL-TENG PERS TIPIKOR.ID – Aktivitas penambangan batuan bukan logam tanpa izin di Halmahera Tengah semakin meresahkan. Dugaan keterlibatan oknum dalam pengambilan material secara ilegal tanpa izin resmi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) kian menguat, sementara pengawasan dari pihak berwenang dinilai lemah.
Sejumlah pihak menilai bahwa praktik ini berlangsung secara terstruktur dan terkesan dibiarkan. Material hasil tambang diangkut menggunakan truk-truk besar yang melintasi jalan raya tanpa pengawasan, menimbulkan berbagai dampak negatif. Selain merusak infrastruktur jalan, aktivitas ilegal ini juga berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan serta mencemari lingkungan.
Amat, salah seorang warga setempat, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak dari aktivitas tambang ilegal ini. “Seharusnya mereka memiliki izin resmi dari Pemprov, tetapi kenyataannya mereka mengambil material begitu saja. Yang lebih parah, aktivitas ini dilakukan terang-terangan tanpa ada tindakan dari pemerintah daerah,” ujarnya.
Menurut Amat, kerusakan jalan akibat truk-truk pengangkut material semakin parah setiap harinya. Selain itu, risiko kecelakaan lalu lintas meningkat akibat aktivitas tambang yang tidak terkontrol. “Kami sebagai warga yang setiap hari melintasi jalan ini merasa sangat dirugikan. Jika dibiarkan terus, jalan bisa semakin hancur dan membahayakan pengguna kendaraan,” tambahnya.
Amat juga mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan dan mengusut dugaan keterlibatan oknum dalam praktik tambang ilegal ini. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah tegas dalam menertibkan aktivitas pertambangan tanpa izin.
“Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar wacana. Jika terus dibiarkan, lingkungan rusak, jalan hancur, dan masyarakat yang paling merasakan dampaknya,” tegasnya.
Mengenai oknum yang bermain. dibelakang layar dan juga telah mengambil sejumlah uang puluhan juta rupiah dari pihak-pihak tertentu, dalam waktu dekat akan kami beberkan lewat media, ungkap Amat.
Masyarakat berharap ada langkah konkret dari pihak berwenang untuk menindak pelaku yang terlibat demi menjaga kelestarian lingkungan dan keamanan bersama. (Rosa)


