Home / Daerah / Nasional / Regional

Jumat, 27 Oktober 2023 - 01:22 WIB

Air Sungai Sagea Kembali Tercemar, Pj Bupati Enggan Merespon Ketika Dikonfirmasi.

Jumat, 27 Oktober 2023.02:12 WIT

HAL-TENG PERS TIPIKOR-ID.
Sebelumnya pada 14 Agustus 2023 sungai Sagea Kecamatan Weda Utara terjadi perubahan warna dan atau terjadi pencemaran.

Berdasarkan informasi bahwa pada 24 Oktober 2023 pukul 18:05 WIT dengan mengabadikan momentum memotret kondisi air sungai Sagea yang kembali terjadi perubahan/tercemar.

Ua Lada, salah satu anak muda Desa Sagea ketika dihubunggi oleh Pers Tipikor-id mengatakan, “beberapa hari kemarin dalam kampung tidak ada hujan, mungkin saja hujan diatas/hulu sungai Sagea, seperti daerah boki makot dan daerah pinto sehingga aliran air masuk lewat lubang yang bisanya kami masyarakat Sagea menyebut dengan bahasa kami  tancungalo, sehingga air sungai sagea seperti itu, jelasnya.

Oleh karena ini masalah urgent terkait lingkungan dan tercemarnya air Sagea, dan itu benar terjadi sekitar tanggal 24/10, maka kami meminta Pj Bupati mempertanggung jawabkan mengenai program lingkungannya. Artinya jangan nanti musim hujan baru terjun ke lapangan, kalau seperti itu, terkesan tiba saat tiba akal, ujar Ismail atau sapaan akrabnya Mael.

Karena, program lingkungan masuk pada program Pj Bupati. Dan sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup. Bagi kami kinerja Pj Bupati Ir. Ikram Malan Sangadji dinilai gagal lantaran sampai sejauh mengenai program lingkungannya tidak maksimal, hal ini juga bertentangan dengan UUD 1945 pasal 33 ayat 3 “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Akan tetapi kalau seperti ini dan berulang terus menerus apa dampak dari UU tersebut untuk masyarakat, bebernya.

Adlun Fikri salah satu anak muda Desa Sagea ketika dikonfirmasi lewat sambungan seluler membenarkan, intinya sekitar tiga hari lalu terjadi perubahan warna pada sungai sagea sampai dengan saat ini, ungkapnya.

READ  Ketua Komisi 3 DPRD Lukman Esa; "Refleksi 34 Tahun Kabupaten Halmahera Tengah".

Penjabat Bupati, ketika dikonfirmasi terkait kondisi tersebut, walau sudah membaca pesan WhatsApp namun sampai berita ini dipublikasi nomor satu di lingkup Halmahera Tengah  enggan merespon.

Kepala Dinas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Halmahera Tengah, ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut langsung merespon dengan mengatakan, iya kemarin dulu saya dapat laporan dari adinda Adlun, dan sudah koordinasikan dgn bidang pencegahan di kantor, jelasnya. (Rosa).

Share :

Baca Juga

Daerah

Ketegasan Ketua Panwaslu Kecamatan Weda”, Terkait, Hilangnya Formulir C1 Asli.

Daerah

Menguak Aliran Rp543 Miliar: 529 Proyek, Siapa Mengelola Uang Rakyat, Siapa Mengawasi?

Daerah

Viral Di Media Sosial,” Uang Rakyat Berserakan

Daerah

Proyek Fisik Desa Tilope, Sumber Dana ADD Terindikasi Ada Permainan Nakal.

Daerah

Personil Kodim 1512 Weda Berhasil Amankan Miras Saat Razia.

Daerah

BERLABEL IZIN KARAOKE, MIRAS DAN KUPU-KUPU MALAM, JADI SOROTAN WARGA.

Daerah

Dua Putra Terbaik Bumi Fagogoru, Resmi Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Bupati.

Daerah

Pelantikan Kades Fritu Tuai Sorotan, Ibu-Ibu Pertanyakan Dasar dari Keputusan Pelantikan.

You cannot copy content of this page