Senin, 12 Oktober 2026. 23:59 WIT.
HAL-TENG, TIPIKOR.ID — Komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kemaritiman terus diperkuat SMK Nusantara 5 Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mengikutsertakan peserta didik dalam Pendidikan dan Pelatihan Dasar Keterampilan Kepelautan atau Basic Safety Training (BST) melalui kolaborasi dengan Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara di Morotai.
Program ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi, kedisiplinan, serta kesiapan menghadapi kebutuhan dunia kerja, khususnya pada sektor pelayaran niaga.
Kepala SMK Nusantara 5 Weda, Johanis Laurens Beaij, S.T., mengatakan bahwa Diklat BST merupakan pelatihan penting bagi calon pelaut untuk memahami prosedur keselamatan dasar sebelum memasuki lingkungan kerja di kapal maupun sektor maritim.
Menurutnya, pelatihan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan persyaratan kompetensi, tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar mampu menghadapi tantangan dan risiko pekerjaan di laut.
“Diklat Basic Safety Training merupakan pendidikan dan pelatihan keselamatan dasar yang penting bagi setiap calon pelaut. Melalui kegiatan ini, peserta didik dibekali pengetahuan dan keterampilan keselamatan pelayaran yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja maritim,” ujarnya.
Ia menjelaskan, SMK Nusantara 5 Weda merupakan sekolah kejuruan berbasis maritim dengan Kompetensi Keahlian Nautika Kapal Niaga. Karena itu, peningkatan keterampilan kepelautan menjadi salah satu prioritas dalam program pengembangan pendidikan sekolah.
Kerja sama dengan Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara telah dibangun sejak 2020 dan terus dikembangkan hingga saat ini. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik sekaligus menyelaraskan proses pendidikan dengan standar dan kebutuhan industri pelayaran.
Johanis menegaskan, program Diklat Keterampilan Kepelautan Dasar dirancang untuk membekali para kadet dengan pemahaman komprehensif mengenai keselamatan pelayaran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta keterampilan yang dibutuhkan dalam profesi kepelautan.
Selama pelatihan berlangsung, peserta memperoleh materi teori dan menjalani praktik sesuai dengan materi yang diberikan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu peserta didik memahami penerapan prosedur keselamatan secara lebih nyata.
Peluang Generasi Muda Halmahera Tengah
Menurut Johanis, penguatan pendidikan maritim memiliki arti strategis bagi Halmahera Tengah. Sebagai daerah yang memiliki potensi kelautan dan berada dalam kawasan kepulauan, kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang kompeten di sektor pelayaran perlu dijawab melalui pendidikan vokasi yang terarah.
Ia berharap para lulusan SMK Nusantara 5 Weda tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga dibekali keterampilan dan sertifikasi yang relevan sehingga lebih percaya diri dalam bersaing memasuki dunia kerja, khususnya pada sektor pelayaran kapal niaga.
“Halmahera Tengah membutuhkan generasi muda yang memiliki kompetensi dan keterampilan di bidang kemaritiman. Karena itu, kami berupaya menyelaraskan program pendidikan dengan kebutuhan industri agar peserta didik mempunyai bekal yang memadai untuk memasuki dunia kerja,” jelasnya.
Dalam industri pelayaran internasional, pelatihan keselamatan dasar merupakan bagian penting dari kompetensi pelaut. Standar pelatihan, sertifikasi, dan dinas jaga pelaut diatur melalui Konvensi Internasional tentang Standar Pelatihan, Sertifikasi, dan Dinas Jaga bagi Pelaut atau Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW), yang ditetapkan oleh Organisasi Maritim Internasional atau International Maritime Organization (IMO).
Karena itu, pelaksanaan Diklat BST diharapkan dapat memperkuat kesiapan peserta didik dalam memenuhi persyaratan kompetensi kepelautan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kolaborasi Pendidikan untuk Kemajuan Maritim
Johanis juga menyampaikan apresiasi kepada Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara atas kerja sama yang telah terjalin dengan SMK Nusantara 5 Weda.
Menurutnya, sinergi antara sekolah vokasi dan lembaga pendidikan pelayaran merupakan langkah penting untuk memperluas akses peserta didik terhadap pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Ia menilai, keberhasilan pembangunan sektor maritim tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan investasi, tetapi juga oleh ketersediaan SDM yang terampil, profesional, disiplin, dan memiliki pemahaman kuat tentang keselamatan kerja.
“Kolaborasi antara sekolah vokasi dan institusi pelayaran merupakan langkah penting untuk menyiapkan generasi muda Halmahera Tengah yang terampil dan siap mendukung pembangunan maritim, baik di daerah maupun secara nasional,” ungkapnya.
Ke depan, SMK Nusantara 5 Weda berkomitmen untuk terus mengembangkan program pendidikan dan pelatihan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi peserta didik.
Melalui langkah tersebut, sekolah berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, karakter profesional, serta daya saing untuk mengambil bagian dalam pengembangan industri kemaritiman Indonesia.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam menyiapkan SDM lokal agar mampu memanfaatkan peluang kerja di sektor pelayaran dan berkontribusi terhadap kemajuan maritim Halmahera Tengah maupun Indonesia. (Editor: Rosa)




