Sabtu, 20 Juli 2024.18:29 WIT.
HAL-TENG PERS TIPIKOR.ID.
Adanya aliran sungai Sagea yang berubah warna, hal ini terus mengundang reaksi dan perhatian dari berbagai pihak.

Hal ini seperti pesan WhatsApp yang diterima Pers Tipikor. Id dari Wakil Ketua PNU WERE Bakir Usman. (20/7).
Bakir mengungkapkan, dampak serius yang dihadapi warga Sagea Kecamatan Weda Utara Kabupaten Halmahera Tengah ini sangat bahaya yang mengancam, bisa berpuluh-puluh tahun, ujarnya.

Yang sangat aneh, sampai dengan saat ini hasil dari apakah Sungai Sagea berubah warna akibat dari adanya aktivitas di hulu oleh pihak perusahaan, ini yang perlu DPRD ketahui, kami melihat sampai dengan saat ini DPRD Halmahera Tengah terkesan diam. DPRD harus tegas pertanyakan juga bagimana Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), apakah perusahaan beraktivitas sesuai dengan dokumen penting itu?.

Dengan kondisi Sungai Sagea, kami merencanakan aksi demo besar-besaran untuk mendesak Pemerintah Daerah dan DPRD segera mengambil tindakan.
“Kami tidak akan tinggal diam melihat ketidakadilan ini. Kami siap menutup akses Jalan Km 3 selama 1 Minggu. Hal ini sesuai dengan kajian sementara kami di kalangan Pemuda Pnu Were, tercemarnya Kali Sagea akibat adanya aktivitas Pertambangan.

Ia juga mengungkap, saat ini kami sedang melakukan Konsolidasi mulai dari Selatan sampai Utara dalam rangka Boikot Aktivitas Tambang yang ada di Halmahera Tengah.
Masih Wakil Ketua PNU WERE, Bakir Usman, lagian kehadiran tambang apalagi PT. IWIP, Management seakan menganggap enteng orang lokal Halmahera Tengah, baik dari rekrutmen tenaga kerja, bahkan sampai pada tingkat apresiasi kegiatan Pemuda, ungkapnya.
Bahkan, saat ini sikap Pemerintah dan DPRD terlihat mesra bergandengan tangan dengan Manajemen, sama sama melepaskan hasrat demi kepentingan Politik.
Ia juga menyentil terkait DPRD yang sebelumnya pernah berkecimpung di LSM lingkungan, beraninya hanya Perusahaan yang skalanya kecil. Coba Skali skali DPR Kase Stop Sementara Aktivitas PT. IWIP, tantangnya.(Rosa).




