Home / Daerah / Nasional / Regional

Rabu, 11 Desember 2024 - 01:01 WIB

Proyek Drainase Rp. 8 Miliar Lebih, Diduga Sarat Rekayasa Jadi Ajang Korupsi.

Rabu, 11 November 2024. 01:55 WIT.

HAL-TENG PERS TIPIKOR.ID.
Salah satu proyek infrastruktur yaitu,
proyek pembangunan saluran (drainase) dalam kota Weda Kecamatan Weda Kabupaten Halmahera Tengah tahun 2023 dengan nilai kontrak Rp. 8 Miliar lebih, terkesan amburadul, progres pengerjaan diduga terjadi berbagai penyimpangan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Amat.
Menurutnya, proyek pembangunan saluran menggunakan sistim/konstruksi U-Ditch,
dengan sumber dana APBD tahun 2023, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), kami menduga proyek ini sarat rekayasa dan jadi ajang
untuk di korupsi.

“Bahkan, proyek dengan anggaran fantastis tetapi masa pelaksanaan pekerjaan saluran tersebut hanya 26 hari kalender.
Coba bayangkan proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp. 8.882.955.000,00,- (Delapan Miliar Delapan Ratus Delapan Puluh Dua Juta Sembilan Ratus Lima Puluh Lima Ribu Rupiah) yang dikerjakan oleh CV Zhafirah Persada dengan nomor kontrak: 600/42/SPP/DRAIN-SDA/APBD-P/DPUPR-HG/XII/2023, ini patut kiranya jadi perhatian Aparat Penegak Hukum, tegasnya.

“Hal yang sangat miris lagi, jika dilihat dari kualitas saluran dengan pemasangan konstruksi U-Ditch hampir seluruh titik
membentuk rongga karena tidak dilakukan finishing untuk menyambung dari satu ke yang lain”, ungkap Amat

Intinya, proyek yang telah selesai dikerjakan ini, untuk kualitas hasil pekerjaannya dinilai tidak sebanding dengan besarnya anggaran.

Berdasarkan informasi yang diterima Pers Tipikor.id, sejumlah pihak telah diperiksa oleh pihak Kepolisian Polres Halmahera Tengah. (Rosa).

READ  Bupati Halteng Ikram M. Sangaji Melepas Pawai Takbir Keliling Kota Weda.

Share :

Baca Juga

Daerah

Siapa Menulis Angka Hasil? Frans Bafa Ungkap Kejanggalan Pilkades Fritu.

Daerah

Rumah Istirahat Nelayan di Perbatasan Dotte–Sibenpopo Ambruk, Warga Minta Dinas Perikanan Bertindak.

Daerah

Alih-alih Bermanfaat, Saluran di Sagea Justru Jadi Kubangan Air dan Sarang Nyamuk.

Daerah

Semangat 17 Agustus Berkobar di Tengah Deru Mesin Tambang, Pekerja Kibarkan Sang Merah Putih.

Daerah

Rp118 Miliar Jalan Hotmix Halteng 2025 Disorot: Kualitas LPA dan Milling Diduga Jadi Titik Lemah.

Daerah

Kayu Olahan Disinyalir Milik Oknum APH, Bebas Tanpa Dokumen.

Daerah

Bertahun-tahun Tak Diperhatikan, Bupati dan Wakil Bupati Kini Tinjau Istana Daerah.

Daerah

APARAT PENEGAK HUKUM DI MINTA PERIKSA KONTRAKTOR DAN PPK.

You cannot copy content of this page