Home / Daerah / Nasional / Regional

Minggu, 20 April 2025 - 19:11 WIB

Mengapa Harga Pertamax di Weda Lebih Mahal daripada di Lelilef?

Ahad, 20 April 2025. 20:04 WIT.

HAL-TENG PERS TIPIKOR.ID. Perbedaan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax kembali menjadi sorotan di wilayah Halmahera Tengah. Di Desa Lelilef, harga Pertamax berada pada kisaran Rp15.000 per liter. Namun berbeda dengan Weda, di mana harga Pertamax yang dijual oleh sejumlah pengecer mencapai Rp16.000 per liter.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di warga: mengapa harga bisa berbeda padahal jarak Weda-Lelilef tidak begitu jauh? Apakah ini terkait dengan biaya distribusi, permainan pengecer, atau minimnya pengawasan harga BBM non-subsidi? Masyarakat berharap ada penjelasan transparan serta pengawasan harga yang lebih ketat agar tidak ada kesenjangan harga antarwilayah yang terlalu jauh.

Seorang sopir angkutan yang enggan disebutkan namanya juga mengungkapkan adanya praktik yang dianggap janggal di salah satu SPBU di Weda. “Kalau kami isi minyak di sana, baik mobil penumpang maupun pribadi, semuanya dikasih Pertalite, bukan Pertamax,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa mobil dengan mesin berkapasitas di atas 1500 cc pun tetap diberi Pertalite. “Semua mobil dikasih Pertalite, kecuali kalau stok habis, baru mereka kasih Pertamax,” katanya.

Pernyataan ini memunculkan dugaan bahwa ada praktik pengalihan jenis BBM secara sepihak di tingkat SPBU. Padahal, SPBU seharusnya menyalurkan BBM sesuai dengan jenis yang dibutuhkan dan diminta oleh konsumen.

Ironisnya, pengecer yang berada di sekitar SPBU tersebut justru menjual BBM yang diklaim sebagai Pertamax dengan harga mencapai Rp16.000 per liter—lebih mahal dibandingkan harga eceran di Lelilef.

Kondisi ini memperkuat dugaan adanya permainan harga yang dilakukan oleh oknum tertentu demi meraup keuntungan pribadi.

Warga mendesak pemerintah daerah dalam hal ini Ekbang dan pihak Pertamina untuk segera turun tangan, melakukan inspeksi lapangan, dan memastikan distribusi serta penyaluran BBM sesuai prosedur dan peruntukannya.

READ  Sadis!! Dua Paket Proyek Drainase Masing masing Cair 30 persen, Pekerjaan Tak Kunjung Dikerjakan.

Perbedaan harga serta dugaan praktik curang seperti ini tidak bisa dibiarkan terus berlangsung. (Rosa)

Share :

Baca Juga

Daerah

Kerancuhan TPS 12 Desa Waibulen Dipertanyakan.

Daerah

Usai Upacara Hari Lahir Pancasila, Kepala Rutan Weda Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba.

Daerah

Pembongkaran Lantai Dasar Plaza Weda, Ini Penjelasan Kadis Perindagkop.

Daerah

Kesibukan Tak Padamkan Kepedulian, Yefi Berkarya Mandiri Berbagi di Momen Natal dan Tahun Baru.

Daerah

PLT Kadis PUPR Blokir Nomor HP Pers Tipikor-id, Hendro: Psikisnya Patut Dipertanyakan.

Daerah

Peduli Kemanusiaan, Komunitas ITFIRIMI Halmahera Tengah Salurkan Bantuan Kepada Warga Terdampak Banjir.

Daerah

Kapolsubsektor Weda Tengah Memulai Edukasi Masyarakat Soal KUHP Baru.

Daerah

Dilantiknya Zulkifli Hi Bayan, Ketua Tim Pemenangan Ucapkan Selamat Dan Terima Kasih.

You cannot copy content of this page