Home / Daerah / Nasional / Regional

Minggu, 20 April 2025 - 00:40 WIB

Harga Resmi Turun, Eceran BBM di Weda Tak Berubah: Warga Desak Tindakan Ekbang.

Ahad, 20 April 2025 | 01:30 WIT

HAL-TENG PERS TIPIKOR.ID — Harga resmi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax telah turun dari Rp13.200 menjadi Rp12.800 per liter, Dexlite, Rp 13.900 per liter, sejak sebelum Lebaran. Namun, penurunan ini tak berlaku di tingkat pengecer, khususnya di wilayah Weda, Kabupaten Halmahera Tengah. Pedagang eceran masih menjual Pertamax dengan harga lama.

Kondisi ini memicu keresahan warga. Mereka mempertanyakan lemahnya pengawasan pemerintah, khususnya Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang), yang dinilai tidak mengambil langkah tegas untuk menertibkan harga.

“Ada apa sebenarnya dengan Bagian Ekbang? Apakah pengawasan terhadap pedagang eceran memang sengaja diabaikan? Atau ada kepentingan lain yang justru merugikan masyarakat?” keluh salah satu warga.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan melakukan pengawasan ketat agar harga eceran bisa disesuaikan dengan harga resmi yang ditetapkan pemerintah.

“Coba lihat, harga per liter di Desa Lelilef sudah mulai menurun, jauh lebih baik dibanding di Weda yang masih bertahan dengan harga lama,” tulis seorang warga melalui pesan WhatsApp kepada Pers Tipikor.id.

Warga yang enggan disebutkan namanya itu juga menyayangkan sikap pasif pemerintah. Menurutnya, Ekbang seharusnya lebih aktif dalam mengawasi harga kebutuhan pokok seperti BBM, karena langsung berdampak pada masyarakat luas.

“Ketidakhadiran pemerintah dalam pengawasan membuka celah bagi pedagang untuk mengambil untung berlebihan,” pungkasnya. (Rosa)

Yoast SEO

Harga Resmi Turun, Eceran BBM di Weda Tak Berubah: Warga Desak Tindakan Ekbang.Ahad, 20 April 2025 | 01:30 WIT HAL-TENG PERS TIPIKOR.ID — Harga resmi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax telah turun dari Rp13.200 menjadi Rp12.800 per liter, Dexlite, Rp 13.900 per liter, sejak sebelum Lebaran. Namun, penurunan ini tak berlaku di tingkat pengecer, khususnya di wilayah Weda, Kabupaten Halmahera Tengah. Pedagang eceran masih menjual Pertamax dengan harga lama.Kondisi ini memicu keresahan warga. Mereka mempertanyakan lemahnya pengawasan pemerintah, khususnya Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang), yang dinilai tidak mengambil langkah tegas untuk menertibkan harga.“Ada apa sebenarnya dengan Bagian Ekbang? Apakah pengawasan terhadap pedagang eceran memang sengaja diabaikan? Atau ada kepentingan lain yang justru merugikan masyarakat?” keluh salah satu warga.Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan melakukan pengawasan ketat agar harga eceran bisa disesuaikan dengan harga resmi yang ditetapkan pemerintah.

READ  Satpol PP Halteng Tegaskan: Warga Weda Utara Dilarang Buang Sampah Sembarangan.

“Coba lihat, harga per liter di Desa Lelilef sudah mulai menurun, jauh lebih baik dibanding di Weda yang masih bertahan dengan harga lama,” tulis seorang warga melalui pesan WhatsApp kepada Pers Tipikor.id.

Warga yang enggan disebutkan namanya itu juga menyayangkan sikap pasif pemerintah. Menurutnya, Ekbang seharusnya lebih aktif dalam mengawasi harga kebutuhan pokok seperti BBM, karena langsung berdampak pada masyarakat luas.

“Ketidakhadiran pemerintah dalam pengawasan membuka celah bagi pedagang untuk mengambil untung berlebihan,” pungkasnya. (Rosa)

Share :

Baca Juga

Daerah

TERKUAK!!!! CV. BINAR CORPORATION TEKNIK, KORBAN PERSEKONGKOLAN TENDER.

Daerah

Polsubsektor Weda Selatan Musnahkan Sekitar 200 Botol Miras Cap Tikus.

Daerah

TUMBUHKAN RASA PEDULI, “IKATAN ISTRI ANGGOTA DEWAN, SAMBANGI PASIEN DI RSUD WEDA”.

Daerah

TIDAK ADA LAGI PUNGUTAN DI RSUD WEDA KABUPATEN HALMAHERA TENGAH”.

Daerah

Miris!!! Saling tolak Membayar Dua Paket Proyek Temuan BPK Sebesar Rp.1.714.957.219,00,-

Daerah

IKPM-HT Yogyakarta Selenggarakan Dialog Publik dan Pentas Seni.

Daerah

Pelayanan RSUD Weda Menuju Akreditasi Dinilai Bobrok.

Daerah

10 Petinju Siap Berlaga di Kejurda Gubernur Cup Malut 2025, Chulleyefo Boxing Champ Wakili Halteng.

You cannot copy content of this page