Home / Daerah / Nasional / Regional

Rabu, 16 Juli 2025 - 11:48 WIB

Dibalik Sorotan Proyek Irigasi Rp16,9 M, Asrul Sani: “Penyusunan Batu Hanya Sementara”.

Rabu, 16 Juli 2025. 12:41 WIT.

HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID —Proyek pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi D.I. Tilope Tahap IV di Desa Lembah Asri, Kecamatan Weda Selatan, kembali menjadi sorotan publik menyusul dugaan pelaksanaan yang dinilai tidak maksimal. Proyek bernilai Rp16.933.082.000,06 ini bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025 Kementerian PUPR, dan dilaksanakan selama 270 hari kalender terhitung sejak 20 Maret 2025. Pelaksana proyek adalah PT. Limau Gapi Konstruksi, dengan pengawasan teknis dari CV. Atrium Arsitek Konsultan.

Menanggapi pemberitaan sebelumnya yang memunculkan dugaan ketidaksesuaian pekerjaan di lapangan, pihak pengawas dari pelaksana proyek akhirnya angkat bicara.

Asrul Sani, ST, pengawas lapangan dari PT. Limau Gapi Konstruksi, menjelaskan bahwa tumpukan batu di sisi saluran yang sempat menimbulkan pertanyaan bukan merupakan bagian dari desain permanen. Ia menyebut kondisi itu terjadi usai hujan deras mengguyur kawasan tersebut pasca libur lebaran.

“Saat itu, material batu di dalam saluran berpotensi menyumbat aliran air. Untuk mencegah banjir dan kerusakan lanjutan, kami mengarahkan tukang untuk menyusun sementara batu-batu tersebut di sisi saluran sebagai langkah darurat,” jelas Asrul.

Ia menegaskan, penyusunan tersebut bersifat sementara dan bukan bagian dari pekerjaan konstruksi permanen. Menurutnya, tindakan tersebut diambil untuk memastikan aliran air tetap normal sembari menunggu pekerjaan struktur utama rampung.

Lebih lanjut, Asrul menyampaikan bahwa progres pembangunan masih terus berlangsung. Beberapa bagian proyek memang belum diselesaikan lantaran memerlukan penyesuaian teknis di lapangan, termasuk pada penguatan dasar saluran dan penataan ulang material.

“Kami terus berkoordinasi dengan konsultan pengawas untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan dalam kontrak,” tambahnya.

Dengan adanya klarifikasi ini, pihak pelaksana berharap masyarakat dapat melihat situasi di lapangan secara lebih utuh dan tidak tergesa-gesa menyimpulkan adanya penyimpangan. Mereka menegaskan komitmen menyelesaikan proyek secara profesional, mengingat fungsi irigasi tersebut sangat penting bagi produktivitas pertanian warga.

READ  Desakan Sekjen Ampera, "Kejari Haltim Segera Tindaklanjuti, Kasus Dugaan Korupsi Yang Telah Dilaporkan".

Redaksi Pers Tipikor.id memuat klarifikasi ini sebagai bentuk tanggung jawab jurnalistik dalam menyajikan informasi secara berimbang dan faktual, sesuai amanat Kode Etik Jurnalistik. (Editor: Rosa)

Share :

Baca Juga

Daerah

Warga Sagea Kiya Geruduk PT. MAI, Tuntut Ganti Rugi Mobil yang Dirusak dan Lahan.

Daerah

“PAHLAWANKU TELADANKU: Sekda Halteng Pimpin Peringatan Hari Pahlawan 2025”.

Daerah

Kejaksaan Negeri Halmahera Tengah Diminta Periksa PPTK Dan Pelaksana Proyek Dermaga Desa Lelilef Woebulan.

Daerah

Miris!!! Proyek Diera Mantan Bupati/Wakil Bupati Mangkrak.

Daerah

10 Petinju Siap Berlaga di Kejurda Gubernur Cup Malut 2025, Chulleyefo Boxing Champ Wakili Halteng.

Daerah

Salah Satu Jalan Utama di Desa Wedana Kini Bagaikan Jalur Hauling.

Daerah

Heboh! Uang Rp400 Juta Raib di Rumah Warga Sekitar Portal Moreala.

Daerah

Pemantauan Kampanye Pilkada Oleh Personil Kesbangpol Kabupaten Halmahera Tengah.

You cannot copy content of this page