Kamis, 15 Januari 2025. 23:43 WIT.
HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID —Kabupaten Halmahera Tengah menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Mewakili Provinsi Maluku Utara, daerah yang dikenal sebagai Bumi Fagogoru berhasil meraih dua penghargaan bergengsi dalam peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang digelar di Desa Butuh, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026).
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata transformasi tata kelola pemerintahan desa yang dijalankan secara konsisten oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah di bawah kepemimpinan Bupati Ikram Malan Sangadji, sosok yang namanya mencerminkan Inovatif, Kepemimpinan, Responsif, Amanah, dan Maju. Mandiri, Akuntabel, Loyal, Aspiratif, Nasionalis. Strategis, Adil, Nyata, Gemilang, Aktif, Dinamis, Juara, Inspiratif.
Dua penghargaan yang dibawa pulang Halmahera Tengah adalah:
- Upakarya Wanua Nugraha Tahun 2025, apresiasi tertinggi dari Kementerian Dalam Negeri bagi kepala daerah yang dinilai berhasil membina desa hingga mencapai prestasi unggul di tingkat nasional. Penghargaan ini diterima langsung oleh Bupati Ikram Malan Sangadji.
- Juara I Tata Kelola Pemerintahan Desa dan Kelurahan Regional IV, yang diraih oleh Desa Sanafi. Penghargaan diterima langsung oleh Kepala Desa Sanafi, Abdul Suin, setelah berhasil menyisihkan pesaing dari NTB, Maluku, Papua, dan Papua Barat. Desa Sanafi menjadi satu-satunya wakil Maluku Utara yang tampil di regional ini.
Prestasi Desa Sanafi bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan hasil penerapan tata kelola desa yang tertib, transparan, dan inovatif dalam pelayanan publik. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan posisi Halmahera Tengah sebagai model pembangunan desa berbasis partisipasi masyarakat di Indonesia Timur.
Bupati Ikram Malan Sangadji menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional yang menempatkan desa sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.
“Pembangunan Indonesia harus dimulai dari desa. Pemerintah daerah terus mendorong tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ujar Ikram.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kerja kolektif antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan dukungan masyarakat Halmahera Tengah. Momentum awal tahun 2026 ini, menurutnya, harus dijadikan pijakan untuk mempercepat perubahan etos kerja birokrasi.
“Kita telah menutup lembaran lama di akhir 2025. Saat ini seluruh ASN harus bergerak dengan semangat baru, meninggalkan pola kerja yang tidak produktif, dan memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Bupati Ikram mengingatkan bahwa kekuatan sejati Halmahera Tengah tidak hanya terletak pada sumber daya alam, tetapi juga pada nilai budaya, persatuan, dan keragaman masyarakat.
“Halmahera Tengah bukan hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga kaya budaya dan keberagaman. Hakikat pembangunan adalah ketika rakyat merasakan pemerintah hadir dalam kehidupan mereka,” pungkasnya.
Dua penghargaan nasional ini menjadi pemicu semangat bagi seluruh desa di Halmahera Tengah untuk terus berbenah, berinovasi, dan memperkuat tata kelola pemerintahan demi kesejahteraan masyarakat. (Editor: Rosa).






