Home / Daerah / Nasional / Regional

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:43 WIB

CV Aflah Pratama Dijadikan Kedok, Bisnis Limbah Scrap di Halteng.

Selasa, 27 Januari 2026.19:41 WIT.

HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID — Praktik pemanfaatan badan usaha CV Aflah Pratama dalam bisnis limbah besi tua (scrap) di Kabupaten Halmahera Tengah menuai sorotan serius. CV tersebut diduga dijadikan kedok administrasi dalam aktivitas penampungan dan perdagangan scrap yang dijalankan oleh pihak lain, sehingga legalitas usahanya patut dipertanyakan.

Pers Tipikor.id memperoleh keterangan dari sumber lapangan yang terlibat langsung dalam aktivitas pengumpulan dan penampungan besi tua di Kota Weda. Dari hasil penelusuran, izin penampungan scrap yang digunakan di lapangan tidak dijalankan oleh pemilik sah CV Aflah Pratama, melainkan dimanfaatkan oleh pihak lain.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh pada 9 Januari 2026, besi tua dikumpulkan dari kontraktor atau perusahaan, kemudian diperjualbelikan di wilayah Weda. Namun persoalan krusialnya, seluruh aktivitas penampungan tersebut menggunakan izin usaha atas nama CV Aflah Pratama.

Dugaan tersebut semakin menguat setelah dilakukan konfirmasi lanjutan melalui pesan WhatsApp pada 10 Januari 2026. Sumber menyebutkan bahwa izin penampungan besi tua yang digunakan bukan milik pihak yang menjalankan aktivitas di lapangan, melainkan atas nama CV Aflah Pratama, yang kembali dimanfaatkan oleh pihak lain.

Penelusuran lapangan Pers Tipikor.id juga menemukan lokasi penampungan besi tua dengan keberadaan lokasi di dekat pemukiman warga patut dipertanyakan kesesuaiannya dengan izin lingkungan maupun izin penampungan limbah, yang seharusnya menjadi prasyarat utama dalam usaha sejenis.

Rangkaian temuan tersebut mengarah pada dugaan kuat adanya praktik pinjam pakai izin perusahaan, di mana CV AflahbPratama diduga hanya dijadikan sebagai “bendera” atau kedok administrasi untuk melancarkan aktivitas bisnis limbah scrap. Padahal, dalam sistem perizinan usaha di Indonesia, praktik pinjam pakai badan usaha tidak dikenal dan tidak dibenarkan secara hukum.

READ  Disinyalir Serampangan, Proyek RTLH Desa Umiyal, Penegak Hukum Diminta Usut.

Investigasi Pers Tipikor.id sebelumnya juga mengungkap bahwa CV Aflah Pratama diketahui merupakan milik kerabat dari salah satu pegawai di Kabupaten Halmahera Tengah. Fakta ini semakin menegaskan adanya kejanggalan serius dalam pengelolaan bisnis limbah scrap di daerah tersebut.

Jika praktik semacam ini dibiarkan, bukan hanya berpotensi melanggar ketentuan perizinan dan lingkungan hidup, tetapi juga menciptakan preseden buruk dalam tata kelola usaha dan pengawasan bisnis di daerah.

Instansi teknis terkait dinilai perlu segera turun tangan untuk menelusuri keabsahan izin CV Aflah Pratama, memastikan kesesuaian lokasi penampungan, serta mengusut dugaan praktik pinjam pakai perusahaan dalam bisnis limbah scrap di Kabupaten Halmahera Tengah.

Pers Tipikor.id akan terus melakukan penelusuran lanjutan dan membuka ruang klarifikasi bagi seluruh pihak terkait.

(Editor: Rosa)

Share :

Baca Juga

Daerah

Tokoh Pemuda Berharap Polsubsektor Kecamatan Weda Tengah Segera di Tingkatan.

Daerah

9 Orang Terperiksa, Dugaan Korupsi Belanja Obat Covid-19,Kejari Halteng Diduga Kurang Gas.

Daerah

Papan Proyek Hilang, DPRD Halteng Diduga Kehilangan Nyali.

Daerah

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Halmahera Tengah, Sebut Pemerintahan Elang Rahim Tidak Kreatif

Daerah

Potret Buruk Proyek Terbengkalai, APH Diminta Intip Proyek Air Bersih.

Daerah

Terkait Pemberitaan Dibeberapa Media Yang Terbit Miring, Kadis Perkim Angkat Bicara.

Daerah

Dua Nama Baru Jadi Tersangka Kasus Korupsi Perumahan Lelilef.

Daerah

Terduga Pelaku Badrun Mahmud Sudah Dimintai Keterangan Oleh Pihak Polres.

You cannot copy content of this page