Home / Daerah / Nasional / Regional

Kamis, 29 Januari 2026 - 22:11 WIB

Bakir Usman Resmi Mendaftar Calon Kepala Desa Were, Bawa Visi Berbasis Budaya.

Kamis, 29 Januari 2026.23:07 WIT.

HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID — Desa Were, desa tertua di Kecamatan Weda, bukan sekadar wilayah administratif, melainkan ruang hidup yang menyimpan jejak sejarah, adat, dan kearifan leluhur. Di desa inilah nilai-nilai kehidupan diwariskan dari generasi ke generasi, mengalir dalam kebiasaan, tutur kata, dan sikap saling menghormati antarwarga.

Falsafah Fagogoru menjadi napas kehidupan masyarakat Desa Were. Nilai kebersamaan (Ngaku re Rasai), kebajikan dan kesantunan (Budi re Bahasa), sopan santun dan penghormatan (Sopan re Hormat), rasa malu untuk berbuat salah (Mtat re Mimoi), serta kasih sayang dan solidaritas (Faisayang) bukan sekadar ajaran, melainkan laku hidup yang terus dijaga hingga hari ini. Merawat nilai-nilai inilah yang menjadi tanggung jawab setiap pemimpin, agar kemajuan desa tetap selaras dengan identitas dan warisan leluhur.

Dengan berpegang pada nilai-nilai tersebut, Bakir Usman resmi mendaftar sebagai Calon Kepala Desa Were. Pendaftaran ini menjadi penanda keseriusannya untuk mengabdi dan mengambil tanggung jawab dalam menjaga kesinambungan pembangunan desa yang berpijak pada adat dan budaya lokal.

Bakir Usman dikenal sebagai sosok sederhana, jujur, dan amanah yang tumbuh di Desa Were. Sikap humanis serta kedekatannya dengan warga membuatnya dipandang sebagai figur yang memahami kehidupan desa secara utuh—bukan dari kejauhan, melainkan dari pengalaman sehari-hari.

Sebagai bagian dari Putra yang lahir di Desa Were, Bakir Usman menempatkan dirinya tidak berjarak dengan warga. Ia hadir dalam berbagai aktivitas sosial dan adat, mendengar aspirasi, serta menghormati tradisi yang telah lama menjadi fondasi keharmonisan desa.

Dalam visi kepemimpinannya, pelayanan publik dan pembangunan desa dirancang untuk berjalan beriringan dengan pelestarian budaya. Pelayanan yang adil dan cepat, penguatan ekonomi warga, serta pemberdayaan pemuda dan perempuan menjadi fokus utama, dengan tujuan memaksimalkan potensi desa tanpa menghilangkan jati diri masyarakat.

READ  Pemilik Galian dan Kontraktor Proyek Harus Bertanggung Jawab atas Truk Tanpa Terpal.

Komitmen terhadap pengelolaan dana desa yang transparan dan akuntabel juga menjadi prioritas. Pelibatan masyarakat dalam setiap tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan sejalan dengan semangat Fagogoru, memperkuat kepercayaan publik dan rasa memiliki terhadap program desa.

Selain itu, Bakir Usman juga mencerminkan nilai-nilai budaya Desa Were yang ia junjung:

B- Budi (kesantunan dan kebajikan, Budi re Bahasa)

A- Adat (menghormati tradisi dan kearifan leluhur)

K- Kebersamaan (Ngaku re Rasai)

I- Ikhlas (tulus dalam pengabdian kepada warga)

R- Rasa hormat (Sopan re Hormat)

U- Urusan desa (peduli dan hadir dalam keseharian masyarakat)

S- Sopan santun (Sopan re Hormat)

M- Mtat re Mimoi (rasa malu untuk berbuat salah, menjaga keharmonisan)

A- Amanah (jujur, dapat dipercaya dalam memimpin)

N- Nasionalis lokal (memegang teguh identitas dan akar budaya Desa Were)

Dengan memadukan semangat pengabdian, pelestarian budaya, dan nilai-nilai Fagogoru, Bakir Usman hadir sebagai calon pemimpin yang berikhtiar menyatukan tradisi dan inovasi.

Harapannya, Desa Were dapat melangkah menuju masa depan yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera, tanpa tercerabut dari akar budaya dan warisan leluhur.

“Dengan semangat Fagogoru dan pijakan pada budaya leluhur, Bakir Usman siap mengabdikan diri dan menuntun Desa Were menuju masa depan yang harmonis, berdaulat, dan tetap setia pada jati dirinya.”

(Editor: Rosa)

Share :

Baca Juga

Daerah

Bhabinkamtibmas Desa Fidijaya Berhasil Amankan Miras Di Kos-Kosan.

Daerah

Disinyalir Minim Pengawasan, Satu Unit RLH Tak Tuntas.

Daerah

Brutal! Kecelakaan di Jembatan Gomdi Berujung Penganiayaan.

Daerah

Kejanggalan Formulir C1Plano 7 Suara Sedangkan C1 Salinan Kosong.

Daerah

Kemacetan yang Kian Menggila, Pemerintah Daerah Dan Perusahaan Harus Ada Solusi.

Daerah

Dibangun Warga, Kini Mulai Rusak: Jembatan Darurat Trans SP 2 Butuh Tangan Pemerintah.

Daerah

IKPM-HT Yogyakarta Selenggarakan Dialog Publik dan Pentas Seni.

Daerah

“Sekda Halteng Tegaskan Disiplin dan Kebersihan ASN Jelang Penilaian Adipura”.

You cannot copy content of this page