Home / Daerah / Investigasi / Nasional / Regional

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Aksi Pemalangan di Sakaulen, Warga Pemilik Lahan Garapan Bertahan hingga Malam.

Selasa, 6 Oktober 2026.22:37 WIT

HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID — Warga yang mengaku sebagai pemilik lahan garapan di areal Sakaulen, Kabupaten Halmahera Tengah, masih bertahan hingga Selasa malam dalam aksi pemalangan di lokasi tersebut.

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes atas belum adanya kejelasan penyelesaian terkait lahan garapan masyarakat yang telah digunakan. Salah satu persoalan yang dikeluhkan warga, menurut Kepala Desa Kutojaya, Fadli Sirajudin, berkaitan dengan pemberian tali asih atas lahan garapan kelompok masyarakat.

Menurut Fadli, kondisi tersebut kemudian mendorong kelompok masyarakat penggarap meminta Pemerintah Desa memfasilitasi pertemuan untuk menyampaikan berbagai keluhan mereka terhadap pihak perusahaan.

Rapat bersama Pemerintah Desa tersebut dilaksanakan pada 1 Oktober 2026. Dalam pertemuan itu, kelompok masyarakat penggarap menyampaikan tuntutan dan keluhan mereka, yang kemudian hasil rapat disampaikan kepada pihak perusahaan.

Namun, menurut Fadli, hingga saat ini belum terdapat tanggapan maupun kejelasan dari pihak perusahaan terkait hasil rapat tersebut.

“Sudah dua kali terjadi pemalangan,” kata Fadli saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, sebelum maupun sampai terjadinya aksi pemalangan jalan, pihak perusahaan disebut belum memberikan tanggapan atau kejelasan mengenai hasil rapat dan tuntutan kelompok masyarakat penggarap.

“Pihak perusahaan tidak pernah menghubungi kepala desa atau Pemerintah Desa,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat persoalan yang sebelumnya telah dibawa ke meja pertemuan kembali berujung pada aksi pemalangan. Warga pun masih bertahan di lokasi hingga malam sebagai bentuk tuntutan agar persoalan lahan yang mereka keluhkan mendapatkan kejelasan.

Pemalangan yang kembali terjadi juga menunjukkan bahwa persoalan tersebut belum menemukan titik temu antara kelompok masyarakat penggarap dan pihak perusahaan. Terlebih, menurut keterangan Pemerintah Desa, tuntutan warga sebelumnya telah disampaikan melalui forum rapat dan hasilnya telah diteruskan kepada perusahaan.

READ  Bola Panas Menggelinding: Angka Fantastis dalam Dokumen Administrasi Perkim Halteng Jadi Tanda Tanya.

Dalam situasi seperti ini, komunikasi terbuka antara kelompok masyarakat penggarap, Pemerintah Desa dan pihak perusahaan menjadi penting agar persoalan tidak terus berulang dan berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Penyelesaian diharapkan dapat dilakukan melalui dialog bersama dengan mengacu pada dokumen, riwayat penguasaan atau penggarapan lahan, serta kesepakatan dan ketentuan yang berlaku, sehingga setiap pihak memperoleh kejelasan mengenai hak dan kewajibannya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan belum memberikan tanggapan terkait hasil rapat 1 Oktober 2026, tuntutan kelompok masyarakat penggarap, maupun aksi pemalangan yang kembali terjadi di areal Sakaulen. (Editor: Rosa)

Share :

Baca Juga

Daerah

Kaban Bapenda Diminta Tegas Tertibkan Rumah Dinas Yang Nunggak Pajak.

Daerah

Serapan ADD Tahap Satu Desa Palo Kecamatan Patani Timur Terkesan Kabur.

Daerah

Polemik Perjalanan Pj Kades Were ke Jakarta Disorot, Diduga Terkait Pilkada Halmahera Tengah.

Daerah

Desa Persiapan Era Fagogoru Trans SP 1 Waleh Bersih-Bersih Sambut Evaluasi dari Provinsi.

Daerah

Soroti Baliho Mantan Pj. Bupati Ikram M Sangaji, Kominfo, Satpol PP, Kesbangpol Dan Jangan Diam.

Daerah

Ratu Balqis Mandaq, Putri Kebanggaan Halmahera Tengah yang Mengharumkan Nama Daerah di POPNAS XVII Jakarta.

Daerah

Dua Oknum Pegawai Puskesmas Kecamatan Weda Selatan Tak Netral, Turut Pertemuan  Blusukan Paslon 03.

Daerah

“Ternate Jadi Magnet, 700 Peserta KAHMI Hadir, Putra Fagogoru Jadi Ketua Panitia”.

You cannot copy content of this page