“Berbekal latihan singkat dan semangat luar biasa, atlet muda Halmahera Tengah harumkan nama Maluku Utara di Kejurnas Panjat Tebing 2025”.
Sabtu, 21 Juni 2025.15:39 WIT.
HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID – Baru tiga bulan terbentuk, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Maluku Utara langsung mencatatkan sejarah di ajang nasional. Tanpa fasilitas latihan standar dan hanya dengan pemusatan latihan (TC) selama sembilan hari, FPTI Malut membuktikan diri. Halki Halid, atlet muda dari klub Triple C FPTI Halmahera Tengah, sukses menembus daftar startlist semifinal kategori Lead Junior Putra dalam Kejuaraan Nasional Kelompok Umur (Kejurnas KU) XIX Tahun 2025 yang digelar di Kota Tangerang, Banten, pada 18–23 Juni 2025.

Keberhasilan ini menjadi momen bersejarah bagi FPTI Malut, yang untuk pertama kalinya tampil di Kejurnas setelah resmi berdiri tiga bulan lalu. Ketua Umum FPTI Maluku Utara, Fitra U. Ali, yang hadir langsung di lokasi pertandingan, menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut.

“Ini menjadi kebanggaan tersendiri. Kami baru terbentuk tiga bulan, dan sudah mendapat kepercayaan dari Pengurus Pusat FPTI untuk ikut Kejurnas. Selain menjadi ajang silaturahmi antar pengprov FPTI se-Indonesia, ini juga menjadi panggung pembuktian bahwa atlet muda Maluku Utara punya potensi besar,” ujar Fitra.
Kejurnas ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat FPTI, Irjen Pol Herry Heryawan, yang juga menjabat Kapolda Riau. Event nasional ini diikuti oleh 227 atlet dari 26 provinsi, yang berlaga pada tiga kategori utama: Lead, Speed, dan Bouldering dalam kelas Youth B, Youth A, dan Junior.
FPTI Maluku Utara menurunkan empat atlet, masing-masing bertanding pada kategori Bouldering dan Lead di kelas Youth B, Youth A, dan Junior. Dari keempat atlet tersebut, Halki Halid menjadi sorotan berkat pencapaiannya menembus semifinal kategori Lead Junior Putra—prestasi yang tidak hanya membanggakan FPTI Malut, tetapi juga menjadi sinyal kebangkitan panjat tebing di wilayah timur Indonesia.
Fitra menjelaskan bahwa para atlet yang diturunkan hanya berlatih dengan fasilitas seadanya dan waktu persiapan yang sangat terbatas. Namun, hal itu tidak menghalangi semangat juang mereka.
“Ini menunjukkan anak-anak muda Malut punya bakat alam yang luar biasa. Tanpa sarana yang memadai, mereka hanya mengandalkan kemampuan individual dan teknik sederhana hasil TC. Tapi dengan tekad dan kemauan tinggi, mereka tetap bisa menorehkan prestasi,” tambahnya.
Keikutsertaan perdana ini menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi besar bagi FPTI Maluku Utara untuk terus membina dan mengembangkan talenta muda dari kabupaten/kota se-Malut. Capaian Halki menjadi inspirasi bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk mengukir prestasi. ( Editor: Rosa)


