Kamis, 13 Agustus 2026. 00:43 WIT
HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID — Pelantikan Kepala Desa Fritu Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah yang di nilai terpilih, tuai sorotan dari sejumlah warga. Sejumlah ibu-ibu Desa Fritu mempertanyakan keputusan pemerintah yang tetap melaksanakan pelantikan di tengah persoalan yang menurut mereka belum diselesaikan.
Salah satu warga, Tamar Gogumo atau yang akrab disapa Mama Tama, menyampaikan keberatannya terhadap pelantikan tersebut. Ia mengatakan, torang ini tara tau apa-apa, tapi yang tong tau itu ada pelanggaran dan sampe hari ini bolong selesai, karena itu harusnya saat ini bukan pelantikan tetapi pemerintah harus tunjuk Pelaksana Tugas (Plt) itu untuk Desa Fritu.
“Kenapa harus ada pelantikan? Harusnya ada Plt yang ditempatkan di Desa Fritu, supaya persoalan hubungan sosial di masyarakat ini bisa terselesaikan toh,” ungkap Mama Tama bersama sejumlah ibu-ibu.
Menurutnya, masyarakat merasa heran dengan pelantikan tersebut. Ia menilai pemerintah seharusnya memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai dasar dan alasan pelantikan Kepala Desa Fritu.
“Tong heran sekali, deng pelantikan hari ini. Kami heran dengan pelantikan pada hari ini. Seharusnya masalah ini diselesaikan seperti yang tong tahu bersama,” ujarnya.
Sejumlah ibu-ibu yang turut menyampaikan keberatan juga mempertanyakan keputusan pelantikan tersebut. Mereka merasa ada hal yang perlu dijelaskan kepada masyarakat sebelum proses pelantikan dilaksanakan.
Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dapat memberikan penjelasan secara terbuka terkait dasar pelantikan Kepala Desa Fritu, termasuk mekanisme serta pertimbangan administratif dan hukum yang menjadi dasar keputusan tersebut.
Sorotan warga ini diharapkan mendapat perhatian pemerintah agar persoalan di Desa Fritu dapat diselesaikan secara terbuka dan tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.(Editor: Rosa).




