Home / Daerah / Nasional / Regional

Jumat, 29 Mei 2026 - 01:37 WIB

Ketua PAN Halmahera Tengah Turun Tangan Tertibkan Aktivitas Tongkang di Patani–Pulau Moor.

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Jum’at, 29 Mei 2026. 02:36 WIT.

HAL-TENG, PERS TIPIKOR.ID — Aktivitas kapal jenis tongkang di perairan Patani kembali menjadi perhatian serius. Keberadaan kapal-kapal tersebut diduga melintas terlalu dekat dengan wilayah tangkap nelayan kecil di pesisir, sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Halmahera Tengah sekaligus Anggota DPRD, Sadri Kobul, menyatakan telah turun tangan langsung untuk mendorong penertiban aktivitas tongkang di sekitar perairan Patani dan Pulau Moor.

Ia menyampaikan, langkah tersebut diambil setelah menerima laporan serta melihat langsung kondisi di lapangan usai pelaksanaan Shalat Idul Adha di Pulau Moor bersama sejumlah masyarakat.

“Usai Shalat Idul Adha di Pulau Moor bersama masyarakat, kami langsung turun tangan dan meminta agar aktivitas tongkang di sekitar Pulau Moor ini segera ditertibkan. Kondisi ini sudah sangat meresahkan nelayan,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Sadri menegaskan bahwa keberadaan tongkang yang diduga mengangkut material tambang dan logistik industri tidak boleh dibiarkan beroperasi dekat dengan wilayah tangkap nelayan kecil karena berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat pesisir.

Ia menjelaskan bahwa nelayan perahu kecil di Patani dan Pulau Moor umumnya beroperasi pada zona 0–4 mil laut atau sekitar 0–7,4 kilometer dari garis pantai, yang merupakan wilayah utama penangkapan ikan masyarakat tradisional dan wajib dilindungi secara ketat.“Zona 0–4 mil itu adalah ruang hidup nelayan kecil. Tidak boleh ada kapal besar seperti tongkang yang masuk atau melintas terlalu dekat. Ini harus segera ditertibkan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan laut di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia yang membentang hingga 200 mil laut, yang dinilai membuka ruang terjadinya potensi pelanggaran lalu lintas laut di kawasan tersebut.

READ  Bertahun-tahun Tak Diperhatikan, Bupati dan Wakil Bupati Kini Tinjau Istana Daerah.

Sadri secara tegas meminta pemerintah daerah dan aparat terkait tidak hanya mengandalkan pengawasan administratif, tetapi segera mengambil tindakan nyata di lapangan agar tidak terjadi pembiaran yang merugikan nelayan kecil.

“Ini sudah tidak bisa dibiarkan. Harus ada penertiban nyata. Nelayan kecil tidak boleh terus menjadi korban,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam penanganan di lapangan tersebut, pihak kapal tongkang yang melanggar telah menyepakati adanya pengenaan denda sebagai bentuk kelalaian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hasil dari kesepakatan denda tersebut kemudian akan disalurkan kepada sejumlah desa di wilayah Patani dan sekitarnya.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait aktivitas kapal tongkang di perairan Patani dan Pulau Moor tersebut. Namun desakan penertiban semakin menguat seiring meningkatnya keresahan masyarakat nelayan di wilayah pesisir. (Editor: Rosa).

Share :

Baca Juga

Daerah

Jembatan Rp1,5 M di Sumber Sari Mulai Retak — Jadi Pekerjaan Rumah Pemda, DPRD, dan APH.

Daerah

URC Polres Halteng Intensifkan Patroli Malam di Sejumlah Titik Weda.

Daerah

Petugas Damkar Halteng Berhasil Padamkan Kebakaran Salah Satu Rumah Dinas di Desa Wedana.

Daerah

Kuat Dugaan Manipulasi dan Pemalsuan APBD Kabupaten Halmahera Tengah TA 2023 Mengemuka.

Daerah

Dekranasda Kabupaten Halmahera Tengah Raih Penghargaan Lomba Parade Mobil Hias.

Daerah

MEMBANGUN KABUPATEN HALTENG. PJ, BUPATI BERHARAP SELURUH STAKEHOLDER BERSINERGI.

Daerah

“Proyek Pagar SD Negeri Trans Waleh: Dana Cair, Tapi Hasilnya Nihil!”.

Daerah

KASUS PENGEROYOKAN DAN PENIKAMAN BERUJUNG MAUT.

You cannot copy content of this page