Home / Daerah / Nasional / Regional

Rabu, 25 Februari 2026 - 18:40 WIB

LPA Ditimbun di Atas Aspal Lama, Proyek Jalan Dalam Kota Weda Tuai Kritik Tajam.

Rabu, 25 Februari 2026. 19:38 WIT.

HALTENG, PERS TIPIKOR.ID — Pekerjaan peningkatan jalan dalam Kota Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, menuai sorotan tajam dari warga. Proyek yang tengah dikerjakan di sejumlah titik itu dinilai tidak sesuai standar teknis dan berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari.

Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di perempatan Kilometer Tiga menuju RSUD Weda. Di lokasi tersebut, material Lapis Pondasi Agregat (LPA) disebut langsung ditimbun di atas permukaan aspal lama tanpa melalui proses pengupasan (milling) terlebih dahulu.

“Kondisi seperti ini sangat tidak sesuai. Aspal lama tidak dicukur, tetapi langsung ditimbun LPA di atasnya. Ini pekerjaan yang patut dipertanyakan,” ujar salah satu warga kepada Pers Tipikor.id.

Menurut warga yang enggan namanya ditulis, metode tersebut berisiko menyebabkan permukaan jalan cepat rusak, bergelombang, bahkan retak karena tidak ada ikatan struktur yang baik antara lapisan lama dan material baru. Selain itu, ketinggian badan jalan yang bertambah tanpa perencanaan matang juga dikhawatirkan berdampak pada sistem drainase serta akses keluar-masuk rumah warga di sekitar lokasi.

Tak hanya soal teknis pekerjaan, warga juga menyoroti tidak adanya papan proyek di lokasi kegiatan. Padahal, papan informasi proyek merupakan salah satu syarat wajib sebagai bentuk transparansi kepada publik, yang memuat informasi nilai anggaran, sumber dana, nama pelaksana, serta waktu pelaksanaan.

“Kami tidak melihat ada papan proyek di situ. Padahal itu penting supaya masyarakat tahu ini proyek apa, dananya berapa, siapa yang kerjakan. Jangan sampai pekerjaan seperti ini tidak jelas,” tambah sumber.

Lebih jauh, warga juga menunjukkan bukti di lapangan berupa salah satu ruas jalan yang telah selesai dilakukan pengaspalan (hotmix), namun kondisinya sudah mulai mengalami kerusakan. Di beberapa titik terlihat retakan halus dan bagian permukaan yang mulai terkelupas, meski pekerjaan tersebut belum lama rampung.

READ  Bangun Silaturahmi, Ratusan Warga Kecamatan Weda Sambut Antusias Kedatangan Ahmad Hidayat Mus (AHM).

“Ini contohnya, baru saja di-hotmix tapi sudah mulai rusak. Kalau dari awal metode pekerjaannya tidak benar, jangan heran kalau hasilnya seperti ini,” ungkap warga sambil mengirim foto kepada Pers Tipikor.id.

Kondisi tersebut semakin memperkuat dugaan masyarakat bahwa kualitas pekerjaan perlu diawasi secara ketat, mulai dari tahap persiapan, pelapisan pondasi, hingga pengaspalan akhir. Tanpa pengawasan maksimal, proyek yang menggunakan anggaran daerah berisiko tidak memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Masyarakat pun mendesak dinas teknis terkait agar tidak bersikap pasif. Pengawasan di lapangan dinilai harus diperketat, mengingat proyek tersebut menggunakan anggaran yang bersumber dari uang rakyat.

“Kami minta dinas jangan tidur. Turun langsung ke lapangan dan awasi setiap pekerjaan proyek. Ini uang rakyat, jadi harus dikerjakan dengan benar dan sesuai spesifikasi, selain itu DPRD juga harus melihat kondisi ini agar mengevaluasi setiap proyek yang ada, tegas sumber.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai metode pekerjaan di lokasi tersebut maupun alasan tidak dipasangnya papan proyek. Pers Tipikor.id masih berupaya mengonfirmasi pejabat teknis yang bertanggung jawab atas proyek peningkatan jalan dalam Kota Weda tersebut.

Sorotan publik ini diharapkan menjadi perhatian serius, agar kualitas infrastruktur yang dibangun benar-benar memenuhi standar teknis, transparan, dan tidak merugikan masyarakat dalam jangka panjang. (Editor: Rosa).

Share :

Baca Juga

Daerah

Empat Paket Proyek Multi Years Disinyalir, Adanya Skandal Korupsi Berjamaah.

Daerah

Kafe Remang-Remang dan Karaoke Buka Larut Malam Semakin Marak di Kecamatan Weda.

Daerah

Ratusan Tim Elang-Rahim, Kecamatan Weda Timur, Siap Kawal Kemenangan.

Daerah

Tak Lengkap Berdokumen,Tiga Kontainer Besi Tua(Scrab Besi) Harus Di Tindak.

Daerah

Fatmawati Rusdi Edukasi Ibu Balita Di PKM Bontoala, Cegah Stunting

Daerah

Bunda PAUD Halteng Dorong Advokasi KK dan Akta Kelahiran Anak Usia Dini.

Daerah

Masih Sering Tergenang Air Hujan, Pemkab Diminta Seriusi Penanganan.

Daerah

Rembuk Stunting di Desa Persiapan Era Fagogoru: Sinergi Pemdes, Tenaga Kesehatan, dan Masyarakat Dorong Kesehatan Anak.

You cannot copy content of this page